Arsip Tag: Armageddon

NUBUAT TENTANG MESIR & LIGA ARAB SEDANG DIGENAPI

Hari-hari ini Anda menjadi saksi hal-hal luar biasa sedang terjadi di bumi ini. Salah satu peristiwa besar yang telah dinubuatkan Alkitab sedang digenapi di dunia Arab sana. Bangkitnya “Selatan” merupakan nubuat yang diutarakan Daniel (Dan 11:40) dan juga secara implisit diucapkan oleh Tuhan Yesus dengan clue “ketika angin selatan bertiup hari akan panas terik” (Luk 12:55).

House of Revelation telah menurunkan tulisan mengenai “Nubuat Alkitab mengenai Perubahan Politik Global”, hampir sembilan bulan yang lalu (April 2010), yang salah satunya mengungkapkan akan terjadinya perubahan geopolitik dunia Arab, dan hal-hal itu sedang digenapi secara serentak hari-hari ini.

Di Daniel 11 dinubuatkan bahwa negara-negara “Selatan” (Liga Arab) akan berkonfrontasi dengan “Utara” (Eropa), yang disebutkan bahwa hal itu menyangkut masalah Israel. Namun selama ini negara-negara Liga Arab seperti Mesir dan Sudan juga Turki yang dalam Daniel 11 disebutkan ikut dikuasai “Utara”, merupakan sekutu Barat dan merupakan sahabat Israel atau minimal tidak terlalu memusuhi Israel. Itu artinya nubuat itu tidak menunjukkan gejala bahwa bisa digenapi dalam waktu dekat.

Namun kini waktu yang dimaksudkan sebagai akhir zaman dari Daniel 11 telah tiba, apa yang semula dirasa jauh dari kemungkinan, telah mendadak berubah secara drastis dan tiba-tiba segera berada dalam kondisi “siap” seperti yang dinubuatkan Alkitab. Baca selanjutnya, apa yang terjadi di negara-negara Arab telah menggenapi nubuat-nubuat Alkitab yang terakhir…

 

TURKI

Dimulai dengan Turki negara anggota Liga Arab yang semula merupakan sekutu Israel, tiba-tiba berbalik menjadi musuh Israel. Turki merupakan negara sahabat Israel sejak 1949. Turki merupakan negara berpenduduk mayoritas muslim pertama, yang mengakui kemerdekaan Israel dan merupakan partner perdagangan bebas dengan Israel sejak Januari 2000. Kedekatan Turki dengan Israel sering mengundang kemarahan negara-negara Arab. Namun karena satu peristiwa, (baca “Insiden Flotila dan Nubuat Tentang Turki”), Turki langsung berubah seratus delapan puluh derajat menjadi musuh Israel.

 

MESIR

Hari-hari ini rakyat Mesir sedang bergolak, mereka menuntut Presiden yang telah berkuasa selama 30 tahun, untuk turun dari kekuasaan dan meninggalkan negeri mereka. Mesir sedang berubah, suatu kepemimpinan baru sedang terbentuk di Mesir. Mesir yang semula merupakan sekutu AS dan merupakan salah satu sahabat Israel akan segera meninggalkan mereka (persis seperti yang dikuatirkan para pemimpin Israel di Tel-Aviv hari-hari ini).

 

Penguasa Mesir, Presiden Husni Mubarak yang condong ke Barat, Sabtu pagi (29/01/2011) telah membubarkan kabinetnya, menyusul demonstrasi besar-besaran yang menuntut dirinya mundur. Presiden Mubarak berjanji akan membuat perubahan dan melakukan reformasi dalam bidang ekonomi, sosial dan politik. Namun nampaknya rakyat Mesir terutama mereka dari aliansi Persaudaraan Muslim (Muslim Brotherhood) tetap menginginkan Mubarak untuk turun. “Down, Down, Husni Bubarak!” para pengunjuk rasa melempari barikade polisi di Cairo. “Kami tak akan berhenti sampai kezaliman dan kediktatoran Presiden Hosni Mubarak tumbang,” kata salah seorang demonstran seperti dilaporkan Tempo Interaktif.

 

Bagaimana akhir dari pergolakan di Mesir? Segala sesuatu bisa saja terjadi, namun demikian Mesir tidak akan sama lagi, entah Mubarak dapat bertahan atau akhirnya turun dari kursi kekuasaan, tidak dapat dihindari lagi Mesir akan berubah haluan. Dan melihat dari perkembangan sampai tulisan ini diturunkan diperkirakan Mubarak tidak akan dapat bertahan dan Mesir akan memiliki pemimpin baru yang anti Israel: ElBaradei.

 

Siapa ElBaradei? Dr. Muhamed Mustafa ElBaradei adalah mantan Direktur Jendral IAEA, badan Tenaga Atom PBB, warga negara Mesir kelahiran 1942. Dalam gambar di atas ElBaradei di sambut meriah oleh para demonstran di Cairo Jumat lalu dan membuat demonstrasi makin memanas di kota-kota utama Mesir. Baca mengenai ElBaradei lebih lengkap di wikipedia. Muhamed ElBaradei terkenal karena pembelaannya terhadap program nuklir Iran dan klaim sebaliknya terhadap instalasi nuklir Israel yang dikatakan merupakan ancaman yang lebih berbahaya bagi Timur Tengah.

Nah, tidak lama lagi Mesir akan meninggalkan Israel, dan Liga Arab siap berkonfrontasi dengan negara Yahudi itu.

SUDAN

Sudan ceritanya sedikit berbeda, semula Sudan adalah negara campuran yang masih menganut hukum sekular, karena negara ini merupakan negara yang berimbang demografi penduduknya, baik dari segi etnik maupun agama, negara ini terdiri dari warga keturunan Arab yang mayoritas beragama Islam tinggal di Sudan bagian Utara, dan warga keturunan afrika yang kebanyakan beragam Kristen dan tinggal di Sudan bagian selatan.

Telah cukup lama Sudan mengalami perang saudara berkepanjangan dan baru-baru ini tiba-tiba timbul wacana pemisahan Sudan selatan, dan yang mengherankan hal ini disetujui oleh pemerintah di utara. Minggu-minggu ini tengah dilakukan proses referendum yang disambut meriah oleh mayoritas warga selatan, dan hasil referendum menunjukkan tanda-tanda pemisahan tidak dapat dihindari lagi.

Apa yang terjadi kemudian dengan Sudan utara pasca pemisahan adalah perubahan drastis dari negara yang semula berorientasi sekular, menjadi berkiblat pada hukum Islam secara murni. Guardian melaporkan bulan Desember lalu pemimpin Sudan utara, Presiden Omar al-Bashir dalam satu rapat umum ditengah pendukungnya di Gedaref timur membuat pernyataan, “Jika Sudan selatan memisahkan diri, kita akan mengganti konstitusi, pada waktu itu tidak ada lagi kesempatan untuk bicara keberagaman budaya dan etnis. Sharia (hukum Islam) dan Islam akan menjadi sumber utama dari konstitusi dan agama negara dan Arab akan menjadi bahasa resmi.”

Dengan demikian sekarang Sudan telah berada dalam posisi siap untuk bersikap tegas kepada Israel. Satu lagi anggota Liga Arab akan mendukung sikap lebih keras terhadap Israel, persis seperti yang dinubuatkan oleh Daniel 11:43*, Sudan akan terlibat cukup jauh.

*Penjelasan mengenai Daniel 11:43: Banyak penterjemah Alkitab menyebut ”ve-chu-shim” atau keturunan Kush (Cushite) yang disebut di Daniel 11:43 (lihat bahasa bahasa ibraninya di biblos.com), sebagai Ethiopia. Tetapi sesungguhnya “ve-chu-shim” atau Kush atau “Cushite” bukan Ethiopia, lihat “Cushite” di wikipedia, Kush tinggal di sekitar sungai Nil di selatan Mesir, dan itulah Sudan bagian utara yang baru akan benar-benar terbentuk sekarang ini.

ANGIN SELATAN MULAI BERTIUP

Banyak politisi Barat yang mengatakan bahwa pergolakan yang terjadi di dunia Arab dipicu oleh rakyat yang tidak dapat lagi menerima gaya kepemimpinan para pemimpin otoriter. Mereka berpikir bahwa apa yang sedang terjadi di tengah-tengah negara-negara Liga Arab sebagai gejala perubahan menuju demokrasi. Anggapan ini terjadi karena pergolakan mewabah mulai dari Tunisia yang dikuasai diktator Ben-Ali, kemudian merembet ke Mesir yang juga dikuasai oleh Presiden Mubarak yang juga telah berkuasa lebih dari 30 tahun dan dianggap sebagai tipikal pemerintahan non-demokratis. Namun sesungguhnya Barat tidak lama lagi akan terkejut.

Apa yang sebenarnya terjadi bukanlah perubahan seperti yang dibayangkan oleh para pemimpin Barat. Tetapi yang sedang terjadi justru: seluruh bangsa Arab sedang bangkit untuk melepaskan diri dari semua pemimpin sekular yang pro Barat. Bangsa-bangsa Arab sedang bangkit menuju kesiapan untuk melawan dominasi Barat dan mempersiapkan diri menghadapi Israel yang merupakan duri di tengah-tengah dunia mereka. Masalah demokratisasi bukanlah penyebab utama dari pergolakan, hal ini terbukti di Libya, Syria dan Iran yang tidak demokratis, tetapi lihat saja negara-negara ini akan tenang-tenang saja. Selama para pemimpin ini berani melakukan pertentangan melawan Barat dan “pendudukan” Israel, mereka akan tetap dipuja mayoritas rakyatnya. Dalam hal ini para Mulah memegang pengaruh akar rumput sangat kuat.

Apa yang sedang terjadi di negara-negara yang bergolak saat ini memang dipermukaan terlihat merupakan gerakan pro-demokrasi, namun dibalik itu ada kekuatan besar yang sedang tumbuh. Sikap penolakan terhadap sekularisme dan utamanya pengaruh Barat, yang cenderung tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam, sedang bangkit di wilayah ini. Pemerintah Tunisia yang tumbang adalah penguasa di negara Arab namun sangat berorientasi Eropa dan sangat keras terhadap kultur Islam. Rezim sekular Mubarak di Mesir walaupun jauh lebih toleran tetapi juga dianggap sebagai antek Barat (Amerika Serikat) karena kedekatannya dengan Barat dan sikap bersahabatnya dengan Israel. Mesir selalu menjadi pengganjal keputusan keras Liga Arab dalam kaitan konflik dengan Israel.

Tidak lama lagi seluruh anggota Liga Arab akan memiliki kesamaan pandangan tentang Israel, dan pada masa itu, tidak ada lagi pengaruh Barat atas negara-negara “Selatan” ini. Tidak ada lagi yang dapat mencegah ketika keputusan yang keras diambil, mayoritas Liga Arab akan dengan mudah mendeklarasikan perang melawan zionisme. Jalan menuju restorasi kekhalifahan di dunia Arab sedang diperjuangkan.

Musim panas akan segera tiba, “hari akan panas terik”. Berjaga-jagalah Saudara, karena tanda-tanda semakin jelas !

Tinggalkan komentar

Filed under Prophecies

INSIDEN FLOTILLA & NUBUAT TENTANG TURKI

Insiden Penyergapan rombongan kapal aktivis internasional yang disebut Armada Kapal Pembebasan (Freedom Flotilla) untuk Gaza oleh pasukan komando Israel, Senen 31 Mei 2010 mengejutkan dunia Internasional. Surat-surat kabar dan televisi serta kantor-kantor berita menayangkan ‘headline’ ini secara serempak hampir di seluruh dunia. Aksi penyergapan oleh tentara israel itu langsung menuai protes keras dunia internasional. Bukan hanya negara-negara yang bermusuhan, tetapi negara-negara sahabat dengan Israel tak pelak mengecam tindakan pasukan IDF(Israel Defense Force) yang menimbulkan 9 korban jiwa dan puluhan lain luka-luka.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Kin Moon menyatakan “terkejut” atas serangan Israel itu dan menuntut penyelidikan penuh atas insiden itu. “Saya terkejut… Saya mengutuk kekerasan ini.” ungkapnya.

Juru bicara Gedung Putih, Bill Burton, mengatakan, “AS sangat menyayangkan korban tewas dan luka-luka dan saat ini berusaha mempelajari keadaan terkait tragedi ini.”

Uni-Eropa menuntut dilakukannya penyelidikan atas insiden Flotilla ini. Jerman menyatakan “terkejut” atas aksi Israel itu. Perancis menganggap tindakan Israel itu “tidak sepantasnya”, sementara Italia meminta UE melakukan penyelidikan. Sejumlah negara Eropa termasuk Norwegia, Yunani dan Swedia langsung memanggil duta besar Israel meminta penjelasan.

Di London sekitar 1000 demonstran mendatangi kantor PM David Cameron dan kedutaan besar Israel. Di Paris sekitar 500 demontran bergabung mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan “Palestina akan bertahan, Palestina akan menang!” Di Athena polisi Yunani terpaksa menggunakan gas air mata untuk membubarkan sekitar 1500 demonstran di luar kedutaan besar Israel.

PERUBAHAN POLITIK TURKI

Protes lebih keras lagi dari negara-negara Arab di timur tengah, mereka menuntut tindakan tegas internasional terhadap Israel. Turki, Mesir dan Yordania negara-negara tetangga yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel turut mengecam insiden ini sebagai “tindakan keji”. Turki langsung menarik duta besarnya dari Israel dan membatalkan tiga rencana latihan militer bersama Israel. Tidak sampai disitu, Turki yang saat ini merupakan anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, menggelar sidang darurat membahas penyerangan Israel terhadap Armada Kapal Pembebasan itu.

Kemarahan masa di negara-negara Timur Tengah memuncak. Para demonstran menuntut pengusiran duta-duta besar Israel dari negara-negara Arab. Mereka juga menuntut blokade terhadap Gaza dibuka. Di Tripoli masa menuntut diberi senjata dan menuntut mereka dikirim ke Gaza. Di Teheran masa melempari kantor PBB, mereka membakar bendera Israel dan menyatakan “Rezim biadab Israel harus dimusnahkan.”

Di Turki, sekitar 10,000 demontran menuntut pembalasan terhadap Israel. “Gigi ganti gigi, mata ganti mata, pembalasan, pembalasan!” Pasalnya kapal Mavi Marmara yang mengangkut 600 lebih aktivis itu adalah kapal berbendera Turki, dan mereka mempercayai bahwa 9 orang yang tewas semuanya adalah warga negara Turki. Di ibukota Ankara sekitar 1000 orang mendatangi kediaman duta besar Israel Gaby Levy dan melempari halaman rumah itu dengan telur busuk dan sampah botol plastik. Masa Turki juga membakar bendera Israel dan menuntut tentara Turki ke Gaza.

Pasca insiden Flotilla politik Turki mengalami perubahan yang drastis. Sebelumnya Turki merupakan negara sahabat Israel sejak 1949. Turki merupakan negara berpenduduk mayoritas muslim pertama, yang mengakui kemerdekaan Israel dan merupakan partner perdagangan bebas dengan Israel sejak Januari 2000. Kedekatan Turki dengan Israel sering mengundang kemarahan negara-negara Arab.

Turki juga merupakan rekan yang penting dan strategis untuk AS. Selama perang dingin, Turki dan AS telah bersinergi menghadapi musuh bersama yaitu Uni-Soviet. Tahun 1952, Turki bergabung dengan NATO, dan membangun pangkalan udara di Incirlik – Turki. Selama ini pangkalan Incirlik merupakan basis yang penting bagi AS baik dalam menghadapi krisis dengan Uni-Soviet maupun berbagai krisis di Timur Tengah.

Namun sejak krisis di Gaza tahun 2008, Turki banyak mengkritik keras kebijakan Israel. Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keras tindakkan Israel dalam konferensi Forum Ekonomi Dunia di Davos September 2009. Pada tanggal 11 Oktober 2009, hubungan menjadi lebih tegang ketika Israel dilarang mengikuti latihan militer bersama di Anatolia – Turki. Semula latihan akan dilaksanakan bersama Turki, Israel, Amerika Serikat, dan Italia. Namun, Turki menolak untuk mengizinkan Israel untuk menghadiri. Sebagai tanggapan atas hal itu, Amerika Serikat kemudian menarik diri dari latihan tersebut. Dan agaknya hubungan Turki-Israel hanya akan semakin memburuk.

PM Turki Erdogan menggambarkan tindakan Israel dalam insiden Flotila itu sebagai “terorisme oleh negara”. Dia mengatakan bahwa Israel “telah menunjukkan bahwa tidak menginginkan perdamaian di kawasan itu” dan telah “melanggar hukum internasional”. Selama sidang darurat Dewan Keamanan, Turki mendesak PBB untuk menghukum Israel atas tindakan tersebut. Sebuah pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki tertulis menyatakan bahwa “kami sangat mengutuk praktek-praktek tidak manusiawi dari Israel.. Ini insiden menyedihkan, yang berlangsung di laut terbuka, dan merupakan aroma pelanggaran dalam hukum internasional, dapat mengakibatkan konsekuensi yang tidak dapat diperbaiki dalam hubungan bilateral kita”. Turki memperingatkan bahwa semua kapal bantuan di masa depan akan dikawal oleh Angkatan Laut Turki. Pada 2 Juni yang lalu, Majelis Besar Nasional Turki mengeluarkan resolusi yang menyerukan peninjauan hubungan diplomatik dengan Israel.

Demikian pula dari pihak Israel tidak menunjukkan adanya keinginan untuk melunakkan suasana. Para pejabat Israel, menolak tuduhan Turki, dan menyatakan armada itu adalah upaya penyamaran untuk mematahkan blokade Israel di Gaza. “Jika memang itu adalah misi kemanusiaan, penawaran oleh pemerintah Israel untuk mentransfer bantuan, lewat pelabuhan Asdod, ke Gaza melalui darat akan diterima. sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, “kata Daniel Carmon, wakil tetap Israel di PBB. Israel menuduh balik armada itu sebagai provokasi untuk menerapkan kekerasan.

Carmon juga mencatat bahwa beberapa aktivis Palestina termasuk dalam anggota dari Yayasan Turki untuk Hak Asasi Manusia dan Kebebasan dan Bantuan Kemanusiaan, yang dikenal dengan singkatan IHH Turki, katanya memiliki hubungan dengan organisasi teroris termasuk Al Qaeda.

Sementara itu di Tel-Aviv, Israel, menurut Ynet, situs berita terbesar Israel, demonstran berkumpul di depan Kedutaan Besar Turki membawa tanda-tanda yang mengatakan “Provokasi bukanlah cara untuk perdamaian” dan “Erdogan-Islam-fasis”. Hal ini menunjukkan hubungan kedua negara berada pada titik yang paling rendah sejak 1949.

MESIR AKAN MENYUSUL

Cepat atau lambat, Israel pasti akan kehilangan Turki sebagai sahabat. Alkitab telah menyatakan bahwa kerajaan Lidya(Turki), Kush(Sudan) dan Put(Libya) akan ada bersama-sama Mesir di pihak Raja dari Selatan (Liga Arab) untuk melawan Raja Utara (Uni-Eropa) di akhir zaman.

“Itulah Mesir yang meluas seperti sungai Nil, dan yang airnya bergelora seperti sungai-sungai. Ia berkata: Aku mau meluas menutupi bumi, membinasakan kota dan penduduknya. Majulah, hai kuda-kuda! Melajulah, hai kereta-kereta! Majulah berperang, hai pahlawan-pahlawan, hai kamu orang Kush dan orang Put yang memegang perisai, dan orang Lidia yang melentur busur.” (Yer 46:8-9)

Tinggal berikutnya Mesir, yang tidak lama lagi akan bermasalah dan akan meninggalkan Israel sendirian. Mesir tiga tahun lalu sepakat memblokade Gaza yang telah dikuasai oleh HAMAS. Satu-satunya penyebrangan dari Gaza yang tidak dikuasai Israel adalah wilayah kota Rafah yang dikuasai Mesir.

Selama tiga tahun ini Israel dan Mesir bekerjasama memblokade Gaza dengan tujuan memutus jalur pasokan senjata bagi Hamas dari luar Gaza. Kantor berita Reuters menyatakan bahwa pasca insiden Flotila, Mesir telah membuka sebagian blokade di Rafah. Apapun yang akan terjadi di kemudian hari, nubuat Alkitab menyatakan bahwa Mesir akan bangkit bersama Ethiopia, Libya, dan Turki. Dan Pasukan Eropa akan melanda mereka (Dan 11:40). Tidak lama kemudian perjanjian Tujuh Tahun mengenai Yerusalem akan disahkan (Dan 9:27), dan penganiayaan di Yudea pun akan segera dimulai (Mat 24:15)

Peristiwa demi peristiwa terus terjadi, menggenapi nubuat-nubuat Alkitab. Perubahan peta politik di Timur Tengah dan Afrika Utara akan terus berkembang, dan semua skenario telah disingkapkan agar kita mengerti. Hendaklah kita bijaksana dan pergunakan waktu yang ada dengan baik. Sebab tanda-tanda zaman telah semakin nyata.

Tinggalkan komentar

Filed under Prophecies

Alkitab Menubuatkan Perubahan Geopolitik Global

Dalam eskatologi atau pengetahuan mengenai akhir zaman, masa tribulasi atau masa sukar sering digambarkan sebagai musim kemarau atau musim panas. Pada Perjanjian Lama akhir zaman itu dilambangkan dengan panen di musim kemarau. Di kitab Amos dan Mikha akhir zaman digambarkan dengan pengumpulan buah-buahan musim kemarau(Amos 8:1-2, Mikha 7:1). Di Perjanjian Baru Yesus memakai istilah ‘musim panas’ untuk menggambarkan masa sukar atau masa tribulasi (Mat 24:32, Mark 13:28, Luk 21:30).

Alkitab menubuatkan ada peristiwa besar yang akan terjadi menjelang masa tribulasi yang dilambangkan dengan ‘musim panas’ atau ‘masa kemarau’ ini. Salah satu tanda tersebut adalah Perubahan Geopolitik dunia. Sebuah perubahan drastis dari peta politik dunia akan terjadi menjelang masa-masa yang paling menentukan, yaitu memasuki ‘musim panas’ itu. Baca selengkapnya….

 

Alkitab mencatat bahwa Tuhan Yesus dalam Lukas 12:54-56, mengatakan: “Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini.”

Sepintas perkataan ini, hanya seperti sebuah analogi yang kebetulan cocok untuk mengecam orang-orang yang tidak dapat menilai zaman. Tetapi setiap perkataan Tuhan Yesus tidak pernah diucapkan hanya untuk satu tujuan yang dangkal saja, selalu ada makna lain yang dalam dari setiap perkataan-Nya. Ingatlah bahwa Dia adalah ‘Kalimatulah’, Sang Firman Allah sendiri.

Perhatikanlah semasa hidup-Nya yang singkat di masa lalu, Yesus tidak pernah mengatakan sesuatu yang bersifat sekadarnya. Setiap kata yang keluar dari mulut-Nya adalah Firman. Dalam Yoh 6:63 Dia berkata: “Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.” Dia juga berkata dalam Mat 24:35, “bumi ini akan lenyap, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.” Artinya setiap perkataan Yesus memiliki makna yang lebih dari sekedar perkataan biasa.

Perkataan Tuhan Yesus di Lukas 12:54-56 di atas mengandung pengajaran bahwa situasi memasuki masa tribulasi itu seperti situasi perubahan musim, yaitu dari ‘musim hujan’ ke ‘musim panas’ atau ‘kemarau’. Bagaimanakah situasinya? Awan yang di sebelah barat itu akan sirna, hujan akan berhenti, dan angin selatan akan bertiup, lalu kekeringan akan melanda.

Ini adalah sebuah ‘prophecy’ atau suatu nubuatan bahwa, menuju ke masa sukar itu akan ditandai dengan suatu perubahan Geopolitik secara global menjelang masa sukar. ‘Hujan’ yang melambangkan situasi yang penuh berkah akibat ‘awan dari barat’ akan segera berlalu. Sebagai gantinya ‘angin dari selatan’ akan bertiup, dan ‘kemarau’ pun kemudian datang.

SURUTNYA AWAN DARI SEBELAH BARAT

Apakah awan dari sebelah barat? Saya telah memeriksa di seluruh Alkitab kita, awan bermakna sesuatu yang positif. Pada Perjanjian Lama selain awan merupakan lambang perlindungan yang mengingatkan kita pada pengembaraan bangsa Israel di padang gurun, awan juga merupakan lambang dari kehadiran Allah di tengah manusia(Kel 13:21, Kel 16:10, Kel 19:9, Ima 16:2, 1Raj 8:10, Maz 68;5, Yes4:5, Yer 51:9, Yeh 10:4). Demikian juga dalam Perjanjian Baru, awan merupakan gambaran dari kemuliaan hadirat Allah (Mat 17:5, Kis 1:9, Luk 21:27, 1Tes 4:17, Wah 14;14). Lalu apakah barat itu? Barat adalah berbicara mengenai belahan bumi bagian barat. Bumi kita memang bulat, tetapi wilayah Amerika adalah wilayah yang diakui dan disebut sebagai barat. Dalam perhitungan waktu kita mengenal Amerika adalah wilayah yang paling barat(terakhir).

Jadi masa awan naik di sebelah barat adalah masa ‘kemuliaan Allah di Amerika’, masa ‘kepemimpinan rohani Amerika’. Masa itu merupakan ‘musim hujan’, musim penuh keberkatan bagi umat manusia di seluruh dunia. Masa dimana Injil Kerajaan dapat menjangkau bangsa-bangsa, sekaligus masa kemajuan perekonomian dunia mencapai puncaknya. Sayangnya masa itu kini memudar, ketika bangsa Amerika mulai memilih pemimpin-pemimpin baru yang duniawi dan tidak mengenal ‘standar rohani’. Para pemimpin baru mereka adalah penganut sistem duniawi, mereka melarang kegiatan rohani di sekolah-sekolah, mengijinkan seks bebas, melegalkan pengguguran kandungan, mengawinkan kaum homoseksual dan masih banyak kebijakan ‘baru’ yang muncul dan lambat laun memadamkan cahaya Kemuliaan Allah atas mereka. Dan krisis perekonomian dunia pun terjadi, dimulai dari Amerika. Masa Amerika memimpin sudah habis, wibawa ilahinya sudah pudar. ‘musim hujan’ itu pun sudah surut.

Bila kita mengikuti berita-berita paling mutakhir, kita akan tahu bahwa hal itu benar-benar sedang terjadi. Amerika Serikat sedang kehilangan pamornya. Presiden AS Barack Obama yang dielu-elukan ketika terpilih di Tahun 2008, tiba-tiba terjun bebas popularitasnya. Kebijakan bail out yang memanjakan Wall Street, kegagalannya menggerakkan perdamaian di Timur Tengah, mandeknya ekspansi NATO, krisis Nuklir Iran dan Korea Utara, bahkan kegagalan Amerika dalam hal memperjuangkan Chicago sebagai tuan rumah Olimpiade, menggambarkan Obama hanya pandai berpidato. Sementara itu kebijakan Jaminan Kesehatan yang kontroversial membuat Obama makin terpuruk di hadapan rakyatnya sendiri. Amerika akan sibuk dengan urusan-urusan dalam negeri, tidak akan lagi memainkan peranan besar di dunia.

Pudarnya kepemimpinan AS tercermin dari sikap banyak pemimpin dunia lainnya. Baru-baru ini (30/3) Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dalam pidatonya di Columbia University – New York, memperingatkan bahwa AS tidak bisa ‘menjalankan’ dunia sendirian. Sarkozy mendesak AS bergabung dengan Uni-Eropa untuk mengatur perekonomian dunia ke depan. Jangan memandang pernyataan Sarkozy yang nampak arogan ini dengan sebelah mata, Alkitab memang menubuatkan Eropa yang akan berperan sebagai ‘sherif dunia’ pada akhir zaman.

Awal bulan ini (5/4), empat negara berpenduduk besar yang kemudian disebut kelompok BRIC (Brazil, Rusia, India dan China) menyindir kepemimpinan AS dan mengangkat soal rapuhnya Dolar AS serta menyatakan ingin ‘merombak’ tatanan dunia. Bergeraknya BRIC membuat posisi AS makin tenggelam dalam kancah percaturan politik dan ekonomi dunia. Sementara AS tengah membenahi ekonominya yang amburadul akibat berbagai skandal perbankan dalam negeri, anggota BRIC justru sedang bangkit menjadi kelompok raksasa ekonomi baru.

Sementara itu Israel negara yang selama ini mengandalkan AS sebagai sahabat setia, menganggap Obama sebagai tragedi besar untuk Israel. Pasalnya kebijakan Gedung Putih yang semula banyak menjadi ‘pembela’ Israel, kini berbalik arah menekan. Pemerintah Obama mengeluarkan 13 tuntutan kepada Israel, dan akhirnya Netanyahu dan sekutu koalisinya secara implisit menyatakan akan terus jalan walau tanpa AS. Di sisi lain, negara-negara Arab masih merasa bahwa Obama perlu mewujudkan tindakan-tindakan nyata terhadap Israel bukan sekedar ancaman di atas mimbar. Entah karena sebuah ‘ide cemerlang’ atau karena bingung dengan sikap Eropa dan BRIC, hari ini (26/4) Obama membuat gebrakan, AS menyelenggarakan KTT Ekonomi bersama negara-negara Islam. Apakah ini pertanda ‘awan dari barat’ telah sirna sama sekali?

BERTIUPNYA ANGIN SELATAN

Lalu apakah Angin Selatan? Berbeda dengan awan, angin dalam Alkitab banyak melambangkan sesuatu yang negatif. Angin itu sering dipakai untuk melambangkan suatu hukuman atau tulah (Ayu 30:22, Maz 11:6, Pen 8:8, Yes 19:7, Yer 22:22, Yer 23:19, Yeh 17:10, Dan 7:2, Hos 13:15, Zak 9:14), juga kecemasan atau ancaman (Ima 26:36, Maz 55:9, Ams 1:27, Yes 4:6,  Yes 25:4, Yes 32:2, Mat 7:25, Mat 14:30, Yak 1:6, Wah 6:13). Apakah tulah atau ancaman dari Selatan? Hal ini terutama menggambarkan kegerakkan dari negara-negara Selatan Israel yaitu negara-negara Arab dan Afrika Utara.

‘Angin Selatan’ memang sedang mulai bertiup pada waktu-waktu ini. Ketika AS pada 12-13 April lalu menyelenggarakan konferensi Internasional tentang keamanan nuklir, yang mengangkat kasus nuklir Iran. Dunia Selatan tidak tinggal diam, sepekan kemudian Tanggal 17-18 April mereka menyelenggarakan konferensi tandingan di Teheran – Iran, dan mengangkat persoalan nuklir Israel. Hal Ini merupakan refleksi perlawanan yang semakin jelas dari negara-negara Selatan terhadap dominasi negara-negara Utara(negara-negara maju). Disini kita melihat kepemimpinan Iran yang dominan, ini sesuai dengan peran Iran(Elam) dalam nubuat mengenai Armagedon kelak.

Bulan sebelumnya, para pemimpin Arab telah menyelenggarakan KTT Liga Arab ke-22 di kota pantai Sirte – Libya – Afrika Utara (27-28/3). Mereka terutama membahas ketegangan di kawasan timur tengah. Dalam kaitan krisis di Yerusalem Timur, SekJen Liga Arab Amir Mousa memperingatkan dunia Arab agar siap terhadap segala kemungkinan terburuk jika proses perdamaian mengalami kebuntuan. Menurut Mousa sudah tiba saatnya melawan Israel secara tegas, proses perdamaian harus ada batas waktu.

Sementara itu Afrika Utara mulai menunjukan ‘panasnya angin selatan’. Dengan gerakan Al-Qaeda melalui sayap organisasinya di Afrika Utara (Al-Qaeda Islamic Maghreb/AQIM) membuat negara-negara gurun ini makin membara. Foxnews melaporkan awal Maret lalu (1/3) bahwa, jaringan teror Al Qaeda di Afrika Utara ini tumbuh cepat dan merekrut banyak anggota baru, ancaman akan mengguncang daerah yang sudah rawan ini.   Bruce Riedel, seorang rekanan senior di Brookings Saban Center (Sebuah lembaga studi AS mengenai Timur Tengah) dan mantan pejabat CIA, mengatakan bahwa kelompok teror Afrika Utara AQIM memiliki potensi yang sangat besar untuk beroperasi di tengah populasi negara-negara Islam Sub-Sahara ini. “Sekarang, jika mereka mulai melakukan reorganisasi, merekrut dan mengembangkan, karena potensi internasionalnya, bisa menjadi ancaman yang jauh lebih berbahaya lagi.”

TVONE melaporkan bahwa, Tujuh negara Afrika utara, Pertengahan Maret (16/3), mengadakan pembicaraan di Aljazair untuk merencanakan reaksi terkoordinasi terhadap AQIM, setelah ancaman teror meningkat di wilayah Sahara-Sahel. AQIM, yang dikendalikan dari Aljazair, melancarkan sejumlah serangan di negeri itu, termasuk serangan bunuh diri dengan sasaran rombongan Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika yang menewaskan 22 orang dan melukai lebih dari 100 orang. CBS News melaporkan bahwa, pemimpin Al-Qaeda di Maghreb Islam (AQIM) Abu Mus’ab Abdel Wadud, telah mendesak umat Islam untuk membiayai serangan terhadap kepentingan AS dan Israel di Afrika Utara, dalam sebuah rekaman suara disebuah website Islam militan. Selain itu AQIM juga mengancam akan menyerang pada saat penyelenggaraan World Cup.

Afrika Utara mulai memanas sejak akhir tahun lalu. Telah banyak terjadi berbagai insiden yang mencemaskan di Afrika Utara, mulai dari berbagai penculikan, pembajakan, sampai konflik kemanusiaan yang menelan ratusan korban jiwa.  Aljazeera melaporkan telah terjadi peningkatan insiden pembajakan kapal-kapal niaga di perairan Afrika.  selama Tahun 2009 telah lebih dari 100 peristiwa pembajakan terjadi.

Angin Selatan benar-benar sedang mulai bertiup, musim panas telah datang. Rupa bumi dan langit kita tahu menilainya, kita harus dapat menilai zaman ini. Berjaga-jagalah!

Tinggalkan komentar

Filed under Prophecies

EROPA dalam Nubuat Akhir Zaman

5 Empire

Dari Daniel Pasal 2, Alkitab memberikan clue atau petunjuk tentang beberapa kerajaan besar tepatnya kekaisaran yang akan timbul di bumi sampai akhir zaman, yaitu melalui mimpi raja Nebukadnezar. Dari arti mimpi itu akan tersingkap kerajaan mana yang nanti akan terakhir memerintah di bumi sebelum Kerajaan Kristus, itulah kerajaan darimana Antichrist akan muncul.

Dalam mimpi Nebukadnezar yang ditafsirkan oleh Daniel, tersingkap ada empat kerajaan besar (kekaisaran) akan muncul termasuk kerajaan Nebukadnezar: yaitu Babilonia, Media-Persia, Yunani dan kekaisaran Roma. Kerajaan Babilonia itulah yang dilambangkan sebagai kepala dari emas pada patung dalam mimpi Nebukadnezar (Dan 2:32).

Hal ini benar-benar terjadi, dalam catatan sejarah dunia: Tahun 560 SM, kerajaan Babylonia diruntuhkan oleh Raja Cyrus atau Koresh dari Kerajaan Media-Persia (Dan 5:28, 2Taw 36:23). Kerajaan Media-Persia ini yang digambarkan sebagai dada dan lengan patung dari perak dari mimpi Nebukadnezar (Dan 2:32).

Sedangkan Kerajaan Yunani (Dan 8:21) yang mengalahkan Media-Persia, adalah perut dan pinggang dari tembaga (Dan 2:32). Menurut catatan sejarah, pada Tahun 331 SM dalam pertempuran Arbela, Alexander The Great dari Yunani dengan jumlah tentara yg jauh lebih sedikit berhasil menghancurkan pasukan kerajaan Media Persia.

Kerajaan Yunanipun sesuai nubuat Alkitab kemudian dihancurkan oleh suatu kerajaan yang keras seperti besi, yaitu kekaisaran Roma. Sejarah mencatat Tahun 146 SM, kota Korintus kota terakhir Yunani jatuh ke tangan Roma, dan kota ini dibumi-hanguskan oleh Jenderal Lucius Mummius dari Roma. Kerajaan Roma inilah yang digambarkan sebagai kaki besi dari patung pada mimpi Nebukadnezar.

Nah Inilah kerajaan terakhir yang kemudian menjelma dan terpecah menjadi negara-negara Eropa. Kita akan pelajari sedikit tentang negara-negara ini, dari nubuat di Daniel 2 mulai ayat 41-43

(ayat 41) : “Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat.” (Hal ini menubuatkan bahwa Kekaisaran Roma akhirnya terpecah menjadi banyak negara, seperti yang kita lihat saat ini)

(ayat 42) : “Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian.” (Sesuai yang dinubuatkan tidak semua negara Eropa itu kuat, sebagian rapuh baik dari segi militernya maupun secara ekonomi terjadi banyak ketimpangan, hal inilah yang menjadi permasalahan yang sekarang harus dihadapi dalam Penyatuan Eropa)

(ayat 43) : “Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.” (Menurut nubuat Daniel 2:43 ini Eropa Bersatu tidak akan bisa sungguh-sungguh menjadi satu negara lagi).

Dari Daniel 2 kita dapat simpulkan, Tuhan Yesus, yang digambarkan di Daniel 2 sebagai batu yang terungkit lepas dari gunung, akan menghancurkan kerajaan Eropa. Jadi kita dapat ambil kesimpulan bahwa, dari Eropalah juga, nanti akan muncul sang Antikristus itu.

Salah satu nubuat penting tentang Eropa ini adalah nubuat tentang Antichrist yang merupakan Raja Eropa (disebutkan di kitab Daniel pasal 11:40 sebagai Raja negeri Utara) akan berperang dengan Raja negeri Selatan yaitu Mesir dan negara-negara Afrika.

Dikatakan di ayat 42&43 Mesir, Libya dan Ethiopia akan dilanda pasukan Eropa dan jatuh dibawah kekuasaan mereka. Lalu di ayat 44 bangsa-bangsa di Timur(Iran/Elam) dan sebelah Utara(Syria/Aram) akan bangkit melawan dia. Dan ia akan keluar dengan kegeraman yang besar untuk membinasakan banyak orang, yaitu ia  akan menghasut banyak bangsa untuk berperang di Armagedon.

Nubuat ini saat ini sedang mulai digenapi, permusuhan antara negara-negara Eropa dan Lybia mulai terjadi, pemicunya hal yang sangat sederhana dan tidak masuk akal, yaitu dari keributan sepele yang dilakukan Hanibal putra Moamar Khadafy pemimpin Lybia, di sebuah hotel mewah di Swiss, merambat kepada krisis serius yang mengancam hubungan diplomatik Lybia dengan negara-negara Uni-Eropa.

 

Kompas – 17 Feb 2010

Mungkin ini baru permulaan dari sebuah konflik yang jauh lebih besar, namun apapun yang nanti akan jadi pemicu dan bagaimanapun akhir dari kisah ini, pada akhirnya Eropa akan tetap berhadapan melawan Mesir, Lybia dan Ethiopia. Karena Alkitab telah menyingkapkan demikian, maka hal ini pasti akan terjadi juga. Kita lihat saja, bahwa satu lagi nubuat akhir zaman sedang digenapi.

Berjaga-jagalah kawan, hal ini adalah salah satu bukti bahwa akhir zaman benar-benar telah tiba.

Tinggalkan komentar

Filed under AntiKristus, Prophecies

Peran IRAN di Akhir Zaman

President Iran Mahmoud Ahmadinejad

Kawasan Teluk tegang, dan Barat marah besar demikian harian Kompas 10 Februari 2010 melaporkan.

Televisi Pemerintah Iran ‘Al Alam’ mengungkapkan bahwa mulai Selasa 9 Feb 2010 Iran akan lakukan pengayaan uranium di reaktor Nuklir Natanz – Iran Tengah.

Iran berencana membangun 10 Fasilitas reaktor untuk melakukan pengayaan uranium sendiri. Selain itu Iran juga menyatakan siap membangun sistem pertahanan udara sekuat milik Rusia.

Pernyataan Teheran itu langsung mendapat kecaman keras dari negara2 Barat, dan meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.

Alkitab menubuatkan bahwa peran Iran atau Elam akan sangat penting pada akhir zaman. Iran atau yang dikenal sebagai Persia atau Elam dalam Alkitab, termasuk bangsa-bangsa dari sebelah ‘Timur’ sungai Eufrat yang disebutkan dalam Wahyu 16:12.

Yesaya 22:6&7 berkata, “Elam telah memasang tabung panah, Aram datang dengan pasukan berkereta dan berkuda, dan Kir membuka sarung perisai. Maka lembah-lembahmu yang paling indah penuh dengan kereta, dan pasukan berkuda berbaris di hadapan pintu gerbang.”

Ayat diatas menubuatkan pada akhir zaman mereka akan mengepung Yerusalem yang tidak berdaya lagi seusai Armagedon. Elam(Iran) dan Aram(Syria) memang akan terlibat dalam Armagedon. Perannya akan terus naik tidak dapat dihindari, karena sudah dinubuatkan demikian. Dan kalau kita mendengar Iran tengah mempersenjatai diri, kita mengetahui waktunya telah sangat dekat. Sebab itu kita mesti sungguh-sungguh sadar dan tidak terus tertidur.

Lukas 21:36 berkata: “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

Tinggalkan komentar

Filed under Bible Secrets, Prophecies

Akankah Bait Suci Ketiga Dibangun?

Salah satu penggenapan nubuat dari Firman Tuhan adalah dibangunnya kembali Bait Suci Yahudi yang Ketiga.

Alkitab menubuatkan bahwa di akhir zaman Antichrist akan berdiri di Bait Suci (Mat 24:16) dan menghentikan korban sehari-hari orang Israel lakukan (Dan 9:27). Hal ini menyingkapkan kepada kita bahwa Bait Suci Yahudi akan dibangun kembali, dan mereka orang-orang Yahudi akan mempersembahkan korban sehari-hari kembali.

Bait Suci Pertama yang dibangun Salomo telah dihancurkan Nebukadnezar. Sedangkan Bait Suci Kedua juga telah dihancurkan tentara Roma dibawah Jenderal Titus Tahun 70 Masehi. Sementara itu di lokasi tempat Bait Suci semula berdiri telah berdiri Masjid Al Aqsa dan Dome of Rock yang merupakan salah satu tempat tersuci umat Islam.  Akankah Bait Suci ini nanti dibangun kembali?

Ternyata umat Israel tengah menyiapkan hal ini secara serius. Salah satu institusi yang turut aktif mempersiapkan hal ini adalah Aish HaTorah. Baru-baru ini lembaga ini telah membuat sebuah Model Bait Suci dan meletakkannya di sebuah Yeshiva(Seminari Yahudi) milik mereka dekat lokasi Masjid Al Aqsa, di kota tua Yerusalem.

Model Bait Suci ini, dibangun dengan skala 1:60, dibangun oleh Michael Osanis untuk Aish HaTorah di kota tua Yerusalem, dan ditampilkan di atap museum yang baru, dan berlatar belakang pemandangan Temple Mount.

“Kami berharap bahwa dengan melihat model Bait Suci ini, dengan perspektif lokasi sebenarnya di latar belakang, akan memberi orang rasa inspirasi, bahwa orang-orang akan diterima ketika mereka memasuki Bait Suci sejati yang berdiri di sini selama hampir 1.000 tahun,” kata Efraim Shore dari Yashiva Aish HaTorah.

Bangsa Yahudi akan benar-benar mewujudkan kerinduan mereka, yaitu mendirikan Bait Suci ketiga, tentunya di atas lokasi semula. Namun kita tahu bahwa mereka hanya kan mendirikan bangunan bagian dalam tanpa halamannya, sesuai nubuat dalam kitab Wahyu pasal 11.

“…Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Tetapi keualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain…” (Wah 11:1-2)

Tepat seperti nubuat ini, di wilayah, yang diyakini sebagai tempat yang tepat untuk membangun Bait Suci ketiga, sekarang ini memang telah berdiri Mesjid Al Aqsa yang merupakan salah satu tempat tersuci umat Islam. Tentu bila pembangunan ini dilaksanakan akan menimbulkan ketegangan di wilayah tersebut. Dan tidak kecil kemungkinan memicu konflik yang serius. Hal ini juga merupakan bagian dari apa yang dinubuatkan Matius 24:6-8

“Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan…. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. ”

Artinya ketika kita melihat Bait Suci itu mulai dibangun, kita mesti siap bahwa kita segera memasuki masa penderitaan (Tribulasi). Sebab itu kita mesti benar-benar sadar, bahwa semua nubuat akhir zaman sedang digenapi. Berjaga-jagalah, jangan sampai semua ini menimpa kita, dan kita sama sekali tidak menyadarinya.

1 Komentar

Filed under AntiKristus, Prophecies