Arsip Tag: akhir zaman

NUBUAT PERJANJIAN DAMAI TUJUH TAHUN SEGERA DIGENAPI

Seperti telah disampaikan dalam artikel no. 335 bahwa perdamaian yang sejati bagi Yerusalem hanya akan ada setelah Yesus Kristus kembali ke kota itu. Sudah lebih dari 6 dekade manusia mengupayakan berbagai cara namun sampai hari ini masalah kota tua Yerusalem tidak pernah kunjung selesai. Alkitab menubuatkan berbagai upaya pendamaian Yerusalem itu terakhir akan diupayakan oleh seseorang, yang akan membuat Perjanjian Tujuh Tahun, namun ditengah tujuh tahun itu perdamaian malah akan digagalkan oleh kekerasan yang dilakukan otoritas juru damai itu sendiri.

Jika Anda benar-benar memahami nubuat-nubuat Alkitab, Anda akan berdebar-debar menyaksikan apa yang sedang terjadi di Timur Tengah saat ini, khususnya di wilayah Israel-Palestina. Sebuah nubuat paling ‘curious’ dan paling berpengaruh dalam sejarah umat manusia akan segera digenapi. Tidak lama lagi nubuat Perjanjian Tujuh Tahun (Daniel 9:27) akan menjadi kenyataan, dan banyak misteri besar dalam eskatologi akan menjadi jelas.

Di tengah kemelut dan pergolakan yang terjadi di negara-negara Arab beberapa bulan terakhir ini, tiba-tiba persoalan Israel-Palestina kembali memanas. Pemicunya adalah kontrovesi atas pidato Presiden AS Barack Obama pada Kamis 19 Mei 2011 lalu, sehari sebelum kunjungan PM Israel Netanyahu ke AS. Aljazeera melaporkan bahwa Presiden As Barack Obama, mengenai masalah Israel-Palestina, mengatakan: “Perbatasan Israel dan Palestina harus didasarkan pada garis tahun 1967 dengan pertukaran wilayah yang disepakati bersama, sehingga batas-batas yang aman dan diakui ditetapkan untuk kedua negara.” Walaupun kemudian Obama mengatakan bahwa hal itu bukan merupakan proposal baru, namun penyebutan “kembali ke garis perbatasan tahun 1967” itu kepada publik berdampak sangat luas dan membuat suhu politik di Timur Tengah makin memanas.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu langsung menanggapi pidato Obama dan menolak ide Presiden AS itu. Israel akan menolak untuk kembali ke perbatasan yang “indefensiable” (tidak dapat dipertahankan). Netanyahu menekankan bahwa ia mengharapkan Obama untuk menahan diri dari menuntut Israel kembali ke perbatasan 1967, yang berarti akan meninggalkan populasi besar Israel di Yudea dan Samaria di luar perbatasan Israel, demikian Hareetz melaporkan.

Pada hari Minggu (22/Mei/2011) Obama mengomentari ulang kerangka kerjanya untuk menetapkan perbatasan Israel-Palestina berdasarkan batas pada tahun 1967, dengan memperhitungkan perubahan demografis yang telah terjadi sejak Israel menguasai Tepi Barat. Berbicara pada pertemuan tahunan Komite Amerika untuk Urusan Publik Israel, AIPAC (American Israel Public Affairs Commitee), Obama mengklarifikasi pidatonya yang ia sebut ditangkap bias dan telah menimbulkan kontroversi.

ISRAEL TERDESAK KE POSISI PRA-1967

Aktivis Palestina terinspirasi pidato Obama kembali ke batas pra-1967

Namun penyebutan perbatasan tahun 1967 itu telah terlanjur menimbulkan berbagai reaksi pro dan kontra, harapan palsu dan kecemasan, terutama di wilayah yang disinggung. Sebagian besar Publik Israel menunjukkan respon negatif. Sementara itu para pemimpin dan publik Palestina menunjukkan reaksi yang beragam antara gembira dan skeptis terhadap pernyataan Obama. Juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri mengatakan kepada Aljazeera bahwa, Obama perlu membuktikan kata-katanya dengan langkah kongkrit bukan sekedar slogan.

Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas langsung menghubungi Liga Arab. Kantor Berita milik Pemerintah Qatar, QNA (Qatar News Agency) memberiotakan bahwa Liga Arab berencana meminta PBB memberikan keanggotaan penuh ke negara Palestina berdasarkan perbatasan dengan Israel yang ada sebelum Perang Timur Tengah 1967, seperti dilaporkan CNN.

Beberapa pemimpin negara Uni-Eropa terkemuka seperti Inggris dan Perancis langsung menunjukkan dukungan terhadap pernyataan Obama, karena memang Uni-Eropa mempunyai pandangan yang sama tentang garis perbatasan 1967 untuk Israel-Palestina. Bahkan Paris telah menawarkan diri menjadi mediator kepada PM Israel Netanyahu. Yahoo News melaporkan di Hungaria, dalam forum Asia Eropa (ASEM) ke-10, Selasa 7 Juni 2011, lebih dari 40 diplomat Eropa dan Asia menyatakan dukungannya pada rencana kerja Obama untuk perdamaian antara Israel dan Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967 dan negosiasi pertukaran lahan.

KOTA TUA YERUSALEM MENJADI SUMBER MASALAH

Israel kali ini benar-benar terdesak dan tidak dapat menghindari tuntutan dunia berkaitan garis perbatasan pra Perang 1967. Namun Israel tidak mungkin kembali ke garis perbatasan pra 1967, sebab masalahnya bukan hanya pemukiman Israel yang terlanjur berada di wilayah paska 1967 saja, tetapi terutama berkaitan dengan kota tua Yerusalem (Yerusalem Timur). Yerusalem Timur yang merupakan wilayah yang diperoleh dari Perang Enam Hari 1967, tidak akan mereka lepaskan, karena Yerusalem adalah kota tempat tahta Daud, dimana mereka yakini pusat pemerintahan harus berada disana.

Sementara berkaitan dengan usulan pertukaran lahan, pihak Palestina juga tidak bakal melepaskan Yerusalem Timur untuk ditukar dengan wilayah manapun. Mereka juga berencana menjadikan kota Yerusalem Timur sebagai ibukota negara Palestina merdeka nantinya. Sudah dapat diperkirakan, masalah Yerusalem akan tetap menggantung, atau malah akan kembali menimbulkan konflik serius.

Dalam keadaan status tak menentu inilah, kelak (tidak lama lagi) seorang Raja akan muncul menjadi juru damai yang palsu. Daniel 9:27 menubuatkan, Raja itu akan membuat perjanjian yang memberatkan selama tujuh masa, namun di tengah tujuh masa itu Raja itu justru akan menghentikan ibadah korban harian dan akan menyebarkan hal yang keji yaitu penyembahan berhala (Wah 13:15) bahkan menimbulkan aniaya besar pada penduduk di seluruh Yudea (Mat 24:15).

“Dan ia akan meneguhkan perjanjian dengan banyak (bangsa) selama satu kali tujuh masa: dan di tengah-tengah tujuh masa ia akan menyebabkan pengorbanan dan persembahan khusus untuk berhenti, dan untuk menyebarluaskan hal yang keji ia akan membuat kengerian, bahkan sampai kebinasaan, dan yang ditentukan akan dicurahkan pada (yang membuat) kengerian.” (Dan 9:27 – Terjemahan dari KJV)

CAMPUR TANGAN VATICAN

Yahoo News melaporkan bahwa Paus Benediktus XVI dan Presiden Palestina Mahmud Abbas bertemu di Vatikan pada hari Jumat 3 Juni 2011 dan mengatakan ada “kebutuhan mendesak” untuk solusi yang langgeng bagi konflik Israel-Palestina. “Tekanan khusus diletakkan di atas kebutuhan mendesak untuk mencari solusi yang adil dan abadi bagi konflik Israel-Palestina,” kata Pemimpin Vatican itu dalam sebuah pernyataan setelah pembicaraan. Setiap resolusi konflik harus menghormati hak semua pihak termasuk melalui “pencapaian aspirasi sah rakyat Palestina untuk sebuah negara merdeka,” tambah pernyataan itu.

Presiden Palestina Abbas – Paus Benediktus, Vatican City 3 Juni 2011

Proses perdamaian Timur Tengah telah menjadi perhatian serius Para Paus, sejak Paus PIUS XII, yang merupakan Raja kedua Vatican City, kemudian Paus Paul VI, Paus Yohanes Paulus II hingga Paus Benediktus XVI sangat aktif mengupayakan perdamaian antara Israel-Palestina. Paus Benediktus XVI, yang sekarang merupakan Raja ke tujuh Negara mikro Vatican City itu telah menyerukan pembentukan negara Palestina merdeka, saat berkunjung ke Israel pada tahun 2009. Benediktus telah empat kali bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas sejak dirinya menjadi Paus.

Kantor Berita Katholik – CNA (Catholic News Agency) dari Washington melaporkan, pada 19 April, 2011, Para Uskup Katolik AS telah bergabung dalam koalisi bersama pemimpin Yahudi dan Muslim mendesak Presiden AS dan Sekretaris Negara untuk mengambil kesempatan baru bagi upaya perdamaian antara Israel dan Palestina. Para Uskup dan pemimpin lainnya menyatakan dalam surat 14 April kepada Presiden Barack Obama dan Hillary Clinton, untuk menciptakan sebuah negara Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza sesuai dengan perbatasan 1967. Dan memungkinkan Israel dan Palestina untuk berbagi kontrol atas Yerusalem, dan menyediakan bagi pemulangan pengungsi Palestina sesuai dengan perjanjian kesepakatan antara kedua belah pihak.

Jika berita yang dipublikasi oleh CNA ini benar, maka kita tahu bahwa Vatican sedikit banyak turut mempengaruhi kebijakan Obama dalam hal ini. Apakah Obama akan berhasil menjadi penengah antara Israel-Palestina? Ataukah Paus akan turun tangan sendiri menjadi juru damai dan membuat perjanjian tujuh masa yang dinubuatkan Daniel 9:27 ? Kita perhatikan saja. Siapapun yang membuat perjanjian ini, ia juga akan menjadi pemicu penganiayaan besar yang terkenal sebagai “Great Tribulation” atas penduduk di Yerusalem dan di seluruh Yudea.

Hal ini akan terjadi tidak lama lagi, siap sedialah umat kudus-Nya.

Tinggalkan komentar

Filed under AntiKristus, Prophecies

MUNCULNYA “PENUNGGANG KUDA HITAM”, NUBUAT KRISIS PANGAN DUNIA

Salah satu krisis yang akan terjadi dan sekaligus menjadi tanda bahwa sistem dunia ini sedang menuju kepada akhirnya, adalah datangnya krisis pangan dunia. Dalam kitab Wahyu hal ini digambarkan sebagai munculnya Penunggang Kuda Hitam. Penunggang Kuda Hitam yang digambarkan membawa sebuah timbangan di tangannya oleh Kitab Wahyu, adalah lambang munculnya Otoritas Perdagangan yang pada akhirnya akan membawa kepada krisis pangan dunia.

Wahyu 6 ayat 6 mengatakan: “secupak gandum sedinar dan tiga cupak jelai sedinar, tetapi janganlah rusakkan (hurt – KJV) minyak dan anggur”. Ini adalah nubuat bahwa Otoritas Perdagangan akan membuat harga bahan pangan menjadi mahal, sementara bahan kebutuhan lain tidak terlalu terpengaruh. (minyak dan anggur di Alkitab digambarkan sebagai kebutuhan materi lainnya lihat Yoel 2:24).

Nubuat munculnya Penunggang Kuda Hitam ini sedang digenapi dewasa ini, harga-harga bahan makanan melambung tinggi, dan hal ini telah memicu bencana kelaparan yang melanda terutama di negara-negara miskin bahkan bila tidak diantispasi dengan baik akan berdampak kepada negara-negara berkembang seperti Indonesia.  Baca selengkapnya….

 

Tuhan Yesus juga menubuatkan  “Akan ada kelaparan … di berbagai tempat.” (Mat 24:7). Tahukah Anda bahwa bencana kelaparan global sedang melanda saat ini dan berdampak sangat serius? Mungkin orang tidak melihat kelaparan di kota mereka, tetapi inilah yang terjadi sesungguhnya, pada hari pangan sedunia 16 Oktober 2010, badan pangan dan pertanian dunia FAO menyatakan ada 1 milyar orang yang sedang dalam keadaan kelaparan saat ini.

Memasuki abad ke 21, kita melihat suatu masalah besar mulai terjadi di dunia ini. Dunia mulai dihadapkan pada krisis pangan yang serius. Tahun 1999 berkembang suatu wabah penyakit yang khusus menyerang tanaman pangan yang disebut Karat Batang (stem rust), yaitu penyakit yang diakibatkan sejenis jamur species Puccinia Graminis. Penyakit Karat Batang adalah penyakit yang hanya menyerang tanaman sereal seperti gandum, jelai dan tanaman padi-padian lainnya. Epidemi Karat Batang pada gandum yang disebabkan oleh ras Ug99 saat ini, menyebar di seluruh Afrika, Timur Tengah dan terakhir (2008) FAO melaporkan wabah ini telah mencapai Iran dan menyebabkan perhatian dunia karena besarnya jumlah orang yang tergantung pada gandum sebagai makanan. Nama Ug99 merupakan pengingat bahwa epidemi ini ditemukan pertama kali di Uganda Tahun 1999. Tidak seperti wabah lainnya Ug99 dapat mengakibatkan kegagalan panen hingga mencapai 100%.

Ancaman krisis pangan tidak hanya dari munculnya berbagai wabah pada tanaman pangan,  ada faktor-faktor lain yang mengancam ketahanan pangan dunia, salah satunya yaitu perubahan iklim akibat pemanasan global. Perubahan iklim sangat penting untuk ketahanan pangan. Ternyata 95% dari semua orang yang kekurangan gizi, tinggal di daerah-daerah sub-tropis dan tropis.

Menurut laporan terbaru IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), Forum antar pemerintah yang mempelajari dampak perubahan iklim akibat aktivitas manusia, kenaikan temperatur di wilayah-wilayah tersebut, sangat terkait dan berdampak pada kegagalan pada produksi pertanian dan dengan demikian menimbulkan krisis pangan. Sebagai contoh, kekeringan 1998-2001 di Asia Tengah membawa kerugian ternak 80% dan pengurangan 50% pada produksi gandum dan tanaman jelai di Iran. Angka-angka serupa terjadi di negara-negara lain. Peningkatan dalam cuaca ekstrim seperti kekeringan di daerah seperti Sub-Sahara malah memiliki konsekuensi yang lebih besar dalam hal malnutrisi. Bahkan tanpa peningkatan kejadian cuaca ekstrim, peningkatan suhu sederhana dapat mengurangi produktivitas banyak tanaman lain, dan akan mengurangi ketahanan pangan di wilayah kering ini.

Selain itu bila kita memperhatikan dengan seksama, Tahun 2007–2008 terjadi lonjakan harga bahan pangan yang ekstrim dan mengkhawatirkan yang disebut “krisis harga pangan dunia 2007-2008”  Harga rata-rata dunia untuk 4 bahan pangan pokok (Beras, Gandum, Jagung dan Kedelai) melonjak 146,25% dari 2006 ke 2008. Bahkan harga Beras telah mencapai 217% kenaikan4a). Hal ini bukanlah sesuatu yang wajar terjadi dan merupakan akibat krisis pangan global yang kemudian mengakibatkan berbagai instabilitas politik dan ekonomi dunia. Bahkan gejolak harga pangan ini dikhawatirkan merupakan gejala dari suatu krisis yang lebih serius di tahun-tahun yang akan datang.

Mengapa terjadi lonjakan harga bahan pangan demikian ekstrim? Di masa lalu, banyak negara terbiasa menyimpan cadangan bahan pangan yang cukup tinggi. Namun bersamaan dengan pertumbuhan produksi pangan dunia dan berbagai kemudahan dalam kebijakan import, negara-negara mulai menurunkan cadangan stok. Menurut Martin Khor mantan Direktur Third World Network (Jaringan untuk organisasi-organisasi yang bekerja untuk Dunia Ketiga dan kerjasama Utara-Selatan), IMF (dan WTO (organisasi perdagangan dunia) atas kepentingan ekonomi pasar bebas, juga telah turut bersalah karena menekan negara-negara berkembang, dalam perjanjian di sektor pertanian, untuk mengambil berbagai kebijakan yang membuat negara-negara yang semula mandiri dalam hal pangan menjadi tergantung kepada import dari negara-negara maju.

Ekonom pemenang hadiah Nobel untuk Economic Science, Amartya Sen mengamati bahwa, dalam beberapa dekade terakhir, bencana kelaparan yang terjadi selalu menyangkut masalah distribusi pangan atau kemiskinan. Sebab pada masa-masa bencana itu ternyata, ada makanan yang cukup untuk memberi makan seluruh penduduk dunia. Sen adalah Profesor Ekonomi dan Filsafat di Universitas Harvard, dan penerima puluhan gelar doktor kehormatan, serta pengajar pada universitas terkemuka dunia. Amartya Sen menyatakan bahwa gizi buruk dan kelaparan lebih terkait dengan masalah distribusi makanan dan daya beli masyarakat. Profesor Sen melihat bahwa ada kerangka kebijakan yang dipaksakan oleh kekuatan-kekuatan pasar Internasional, yang membuat banyak negara tidak berdaulat dalam menentukan kebijakan pangan, yaitu untuk menentukan kebijakan pertanian, peternakan, dan perikanan, yang dapat menimbulkan ancaman bencana kelaparan dan gizi buruk secara global di masa yang akan datang.

Krisis pangan memang telah menyebabkan bencana kelaparan di negara-negara miskin dan berkembang. Kita telah mendengar kelaparan melanda Ethiopia, Somalia, Sudan, Korea Utara. Baru-baru ini kelaparan kembali melanda Afrika, Afghanistan, Tajikistan dan Bangladesh. Tahun 2009, 10 juta penduduk Kenya menghadapi bahaya krisis pangan. Namun semua itu belum berakhir, dan kondisi yang lebih serius bisa berlangsung lebih lama. Akhir tahun lalu koran-koran dan kantor berita dunia mengangkat isu ancaman bahaya kelaparan global, setelah berbagai negara pengekspor gandum utama seperti Rusia melarang pengapalan gandumnya ke luar negeri.

Dunia benar-benar menghadapi ancaman bahaya kelaparan yang serius. Perubahan cuaca juga membuat panen gagal, negara produsen gandum terbesar ketiga, yaitu Rusia sampai melarang ekspor gandum dan serealnya (Grain), karena kekeringan dan kemarau parah melanda Rusia Tengah dan sepanjang Sungai Volga. Pemerintah Rusia menyatakan darurat pada 28 wilayah pertaniannya. Selain melarang ekspor, Pemerintah Rusia menjanjikan bantuan finansial 25 Milyar Rubles (Rp 7,5 Triliun) untuk memotivasi petani mereka yang mengalami kerugian akibat kekeringan. Ancaman kelaparan menjadi semakin serius dengan terjadinya berbagai bencana seperti banjir pada negara-negara produsen pangan dunia lainnya seperti Australia dan Brasil.

Jacques Diouf Dir. Jen. FAO (Badan Pangan & Pertanian Dunia) pada Hari Pangan Sedunia 16 Oktober 2010 di Roma menyatakan: “925 juta orang hidup dalam kelaparan kronis dan mal-nutrisi saat ini. 100 negara darurat terancam produksi pertaniannya, 30 negara dalam keadaan krisis pangan”. Selanjutnya Diouf mengatakan, “untuk menghindari bahaya Kelaparan Global produksi pertanian harus meningkat 70%, dan dua kali lipat di negara-negara berkembang”. Bila ternyata yang terjadi adalah kegagalan panen dimana-mana, krisis pangan benar-benar akan melanda lebih luas.

Di tanah air sendiri, harian Kompas berkali-kali mengangkat isu krusial ini. Baik soal krisis yang terjadi secara global, maupun yang dirasakan secara regional, juga ancaman bahaya ini bagi bangsa kita. Kompas melaporkan bahwa isu ketahanan pangan merupakan problem serius yang dapat memicu masalah sosial.

Umat Tuhan tidak dapat berpangku-tangan dan diam tidak peduli pada persoalan yang datang mengancam. Gereja Tuhan justru seharusnya yang pertama siap menghadapi krisis ini, karena kepada kita telah diberikan penyingkapan atau wahyu jauh-jauh hari. Jika para pemimpin gereja tidak dapat “memahami” wahyu Tuhan ini, maka kesukaran besar akan dialami oleh umat-Nya.

Sekarang inilah waktu bagi nubuat-nubuat Kitab Wahyu digenapi. Nubuat Penunggang Kuda Hitam telah kita masuki zamannya, ini merupakan era terakhir sebelum Penunggang Kuda berikutnya: si manusia durhaka muncul. Jangan lupa, krisis kelaparan tidak akan berhenti ketika Penunggang Kuda Hijau Pucat muncul (Pale Horse Wah 6:8 KJV). Umat Tuhan justru akan mengalami masa “padang gurun” pada masa Antikristus itu berkuasa (Wah 12:6). Pemimpin jemaat yang tidak mengasihi Firman Allah, tidak akan memiliki “sayap penyingkapan” dari kitab Wahyu, sehingga tidak dapat membawa jemaatnya ke tempat “pemeliharaan” di masa padang gurun itu (Wah 12:14).  Namun para pemimpin yang memahami wahyu Tuhan akan berbuat sesuatu mempersiapkan lumbung-lumbungnya (Kej 41), seperti ada tertulis:  “tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak.” (Dan 11:32b).

Tinggalkan komentar

Filed under Prophecies, True Church

KIAMAT 21-OKTOBER-2011 SUDAH PASTI KELIRU!

Karena banyak Saudara yang bertanya dan meminta House of Revelation menjelaskan sikapnya terhadap pemberitaan yang marak belakangan ini, yaitu tentang Hari Penghakiman 21 Mei 2011 dan Akhir Dunia atau Kiamat 21 Oktober 2011 dari Family Station, berikut ini kami kupas sedikit pokok-pokok ajaran dan paham dari Harold Camping (Family Station Inc).

Pada dasarnya tujuan dari Family Station sangat terpuji, yaitu untuk membangunkan umat Tuhan dari masa “hibernation” atau masa tidur panjang, agar kita siap dan segera berjaga-jaga menghadapi hari-hari zaman akhir yang segera tiba (yang menurut mereka akan jatuh pada tahun 2011 ini).

Selain itu dari materi yang bisa di download secara gratis dari situs mereka, kita dapat melihat bahwa pengajaran Harold Camping cukup luas dan banyak menyuguhkan materi-materi yang signifikan seperti ketika ia mencoba menafsirkan nubuat hari-hari raya dan penggenapannya yang dikaitkan dengan event-event Kristus di akhir zaman. (Walaupun dalam hal ini ia ternyata gagal menangkap makna sesungguhnya dari hari-hari raya itu.)

Harold Camping sayangnya juga tidak taat atau tidak menyadari pentingya konsisten dengan apa yang dinyatakannya dalam bukunya sendiri bahwa Alkitab harus jadi sumber pemberitaan, dan Camping justru banyak mengambil asumsi-asumsi dari luar Alkitab (yang Alkitab tidak sebut atau tidak referensikan sama sekali). Baca mengenai kekeliruan Harold Camping lebih jauh….

 

Tidak ada niat berdebat panjang dengan mereka tapi hal-hal ini harus dinyatakan untuk memberi pencerahan kepada semua yang ingin mengetahui Kebenaran, agar mereka tidak bingung dan kemudian malah menjadi apatis dengan berita-berita seputar Kedatangan Tuhan.

Banyak kekeliruan dan kecerobohan Harold Camping dalam menafsirkan ayat-ayat Alkitab, seperti contoh menafsirkan angka 153, dari jumlah ikan yang berhasil ditangkap murid-murid atas perintah Tuhan Yesus di Injil Yohanes 21 ayat 11, sebagai “3 X 3 x 17 = 153.” dan mengatakan bahwa “Secara rohani, angka 153 menjabarkan tentang tujuan Allah (angka 3) untuk membawa ke surga (angka 17) semua orang yang telah diselamatkan dari murka Allah.”

Sebab menurutnya angka-angka mempunyai arti rohani, berikut ini daftar angka-angka dan artinya yang dimuat di e-Book karya Harold Camping “We Are Almost There!”
(“KITA SUDAH HAMPIR TIBA!” halaman-25) bisa di download di http://worldwide.familyradio.org/id/

2-    Mereka yang diutus untuk mengabarkan Injil
3-    Tujuan Allah
4-    Jangka waktu terjauh dalam waktu atau dalam
jarak yang  berada dalam pandangan Allah
secara rohani
5-    Penebusan, yang menekankan baik penghakiman
maupun keselamatan
7-   Penggenapan yang sempurna dari tujuan Allah
10- Kelengkapan dari apa pun yang kelihatan
11-  Kedatangan Kristus yang pertama kali,
11.000 tahun setelah penciptaan
12- Penggenapan yang sempurna dari apa yang
kelihatan
13- Akhir dunia, perincian tentang apa yang mulai
berlangsung tepat 13.000 tahun setelah penciptaan
17- Surga
23- Murka atau penghakiman Allah
37- Murka atau penghakiman Allah
40- Ujian
43- Murka atau penghakiman Allah

Kekeliruan seperti ini sering terjadi karena orang menggunakan asumsi-asumsi “terlalu bebas” atau kasarnya “liar”. Kita boleh memiliki asumsi dalam “frame” Alkitab, asal didukung oleh bukti ayat yang bersifat langsung, bukan oleh asumsi-asumsi lain.

Yang banyak terjadi adalah asumsi didukung oleh asumsi-asumsi lain dan menyebabkan penafsiran menjadi liar serta makin jauh dari pesan Alkitab yang sebenarnya.

Asumsi-asumsi Harold Camping lainnya yang akhirnya membuat ia berkesimpulan Kiamat akan terjadi pada tahun 2011 adalah seperti:

“kita mendapati bahwa dunia ini diciptakan kira-kira
13.000 tahun yang lalu” (Hal 8 alinea ke-6)

“Pada masa Nuh, misalnya, di seluruh dunia yang hidup
dalam tahun 4.990 SM, ketika Allah membinasakan dunia
dengan air bah, ….” (Hal 8 alinea ke-7)

“… Ingatlah, angka 23 sering disamakan dengan
murka  Allah.” (Hal 53 baris pertama)

Itulah beberapa asumsi-asumsi “yang terlalu bebas” walaupun seolah-olah berdasar pada ayat-ayat Alkitab namun tidak ada satu ayatpun menyebutkan dengan jelas atau mengarah ke pendapat seperti itu.

Setelah memeriksa dan meneliti bagaimana Camping mengambil kesimpulannya tentang hari kiamat itu, berita Kiamat 21 Oktober 2011 dari Family Station Inc. adalah sebuah kekeliruan dan tidak Alkitabiah.

Namun demikian House of Revelation menghargai usaha yang telah mereka lakukan, dan setuju dengan beberapa poin dari ajaran Harold Camping, yaitu bahwa:

-   Kita akan tahu Kapan Hari Kedatangan Tuhan
-   Hari-hari Raya Yahudi merupakan nubuat yang
wujudnya event-event Kristus di zaman akhir
-   Waktu Kedatangan-Nya sudah sangat dekat

Perlu diperhatikan, meski dalam sejarah banyak sekali orang yang salah dalam memperkirakan hari-hari Tuhan, jangan kita “trauma” dan kemudian tidak lagi menghargai orang yang mencoba mengerti “kairos” (Waktu Tuhan). Karena Alkitab memberitahu kepada kita, satu hal:

“… ketahuilah ini: Jika tuan rumah (the goodman of
the house – KJV) tahu (telah tahu / had known – KJV)
pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan
membiarkan rumahnya dibongkar (ia akan siap sedia).
Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia
datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.
(Luk 12:39-40)

Dua ayat ini berusaha memberitahu kita suatu rahasia: bahwa ada orang yang akan tahu kapan “pencuri datang”, dan bagi yang tidak tahu, perhatikan “the goodman of the house” itu.

Karena itu jangan menyepelekan orang yang mengatakan tahu waktu Tuhan, memang Alkitab berkata akan ada yang tahu. Yang harus dilakukan: Uji ajaran atau penjelasan mereka dengan Alkitab.

So… Tetap waspada dan berjaga-jaga!

Tinggalkan komentar

Filed under Bible Secrets, True Church

MENGAPA PENGAJARAN YANG BENAR TENTANG PENYINGKAPAN ALKITAB BEGITU KRUSIAL

 

I.   Anda Tidak Tahu Apakah Anda sedang Hidup di Hari-Hari Terakhir

 

Banyak orang tidak yakin apakah hari-hari ini adalah hari-hari akhir, tetapi orang juga tidak dapat memastikan bahwa mereka tidak sedang hidup di hari-hari terakhir. Hampir semua setuju kalau dikatakan tidak ada orang yang tahu kapan hari-hari terakhir itu, artinya bisa saja kita sedang hidup di hari-hari yang sedang berakhir. Alkitab mencatat ketika orang mengatakan semuanya damai dan aman, tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan (1Tes 5:3). Itu sebabnya pengajaran yang benar tentang wahyu begitu penting untuk semua orang terutama untuk orang percaya.

 

Mungkin ada yang berkata: “tidak ada bedanya, sekalipun mempelajari Alkitab orang tidak akan tahu kapan itu hari-hari terakhir.” Pendapat itu keliru dan orang yang berpendapat seperti itu tidak pernah membaca Alkitab dengan benar. Banyak orang Kristen juga berkata bahwa tidak akan ada seorangpun yang tahu waktu Tuhan, dan mengajar bahwa Kedatangan Tuhan seperti pencuri termasuk bagi orang-orang percaya. Padahal Alkitab tidak mengajarkan demikian. Alkitab mengajarkan, Tuhan akan datang seperti pencuri bagi orang yang masih dalam kegelapan, tetapi bagi kita “anak-anak Terang”, hari itu tidak akan tiba seperti pencuri.

 

“Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.” (1Tes 5:4-5)

 

Mungkin Anda terkejut dengan hal ini, tetapi itulah yang Alkitab ajarkan, jadi hari itu tidak akan datang bagi kita secara tiba-tiba, artinya kita akan mengetahui dan kita akan dapat berjaga-jaga. Siapakah yang akan mengetahui hari Tuhan? Ayat di atas berkata “anak-anak Terang”. Ingatlah bahwa Alkitab Firman Tuhan adalah pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita, “anak-anak Terang” adalah mereka yang bertekun mempelajari dan mengasihi Firman-Nya, mereka akan menjadi orang yang “terang” mata rohaninya. Merekalah orang-orang yang akan mengetahui waktu Kedatangan-Nya dan dapat berjaga-jaga dengan baik.

 

II.   Banyak Yang Salah Mengerti (Termasuk karena Ajaran-Ajaran Palsu)

 

 

 

Memang tidak semua ajaran-ajaran yang tersebar di tengah orang-orang percaya adalah ajaran palsu dalam arti ajaran itu berasal dari nabi-nabi palsu. Ada beberapa ajaran yang keliru karena memang waktu penyingkapan yang sempurna belum tiba (1Kor 13:9-10). Tetapi ada ajaran-ajaran yang memang dikembangkan dan disebarkan oleh nabi-nabi palsu untuk menjauhkan Jemaat Tuhan dari pengharapan yang benar tentang Kedatangan Yesus Kristus sebagai Raja (Yang Diurapi/Kristus) (Maz 99:1-2, Yes 24:23, Yer 3:17) yang akan memerintah bumi penuh dengan damai (Yes 2:4).

 

Ajaran-ajaran yang menyesatkan ini sangat berbahaya pertama dan terutama karena mencegah orang untuk mempelajari atau menghindarkan orang untuk tahu lebih jauh. Ajaran-ajaran palsu itu misalnya ajaran A-milenialisme yang mengatakan Yesus tidak akan memerintah di bumi sebagai raja secara literal, tetapi Yesus memerintah secara simbolik dan menunjuk wakilnya yaitu Uskup Gereja Roma (Paus) sebagai “Wakil Anak Allah” (Vicarius Filii Dei). Dengan demikian orang yang tidak kristis akan berpikir, tidak ada yang perlu kita pelajari lagi selain tunduk dan taat pada “wakil-Nya” dan itu segala-galanya.

 

Salah satu ajaran palsu lainnya yang dikembangkan dari ajaran Gereja Roma melalui “branch” Jesuit adalah paham Preterisme. Paham yang dikembangkan oleh seorang Jesuit, Luis De Alcazar dari Seville – Spanyol ini, disebarkan pada era “Counter Reformation”. Paham ini dikembangkan dalam rangka menghadapi merebaknya paham Historicisme yang berkembang bersamaan dengan gerakan kaum Protestan yang memisahkan diri dari Gereja Roma. Paham Historicisme mengungkapkan sistem kepausan Gereja Roma sebagai sistem Antikristus, paham ini dipercaya sampai hari ini oleh kalangan Protestan yang memahami sejarah gelap Gereja Roma. Salah satu pilar utama paham Historicisme adalah kalangan Gereja Adven Hari Ketujuh (SDA Church).

 

Paham Preterisme mengajarkan bahwa semua nubuat zaman akhir telah digenapi pada abad pertama Masehi, dengan dihancurkannya Bait Suci Yahudi di Tahun 70 M. Kalangan Preterist mengajarkan bahwa Tuhan Yesus sudah datang kedua kali secara simbolik pada abad pertama. Sebagian dari mereka malah mengatakan bahwa saat ini kita telah hidup di zaman langit baru dan bumi baru. Walaupun paham ini menggelikan dan tidak perlu diperdebatkan, namun bagi mereka yang tidak memahami Firman dapat terjebak untuk mengabaikan perintah untuk berjaga-jaga dan siap menghadapi hari Tuhan yang akan menimpa seluruh penduduk bumi (Luk 21:34-36). Sebab mereka selalu berkata bahwa semua itu sudah terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan lagi. Sebagai bumbu, mereka mengalihkan perhatian orang percaya dari perintah berjaga-jaga dengan mengatakan, sebaiknya perhatian ditujukan untuk penginjilan dan hal-hal lain yang lebih bermanfaat, tetapi itu semua hanya usaha untuk membuat orang percaya tidak waspada.

 

Selain beredarnya ajaran-ajaran palsu, jemaat banyak pula yang menganut ajaran dari guru-guru Alkitab yang masih keliru dalam menginterpretasikan apa yang Alkitab coba singkapkan. Kekeliruan tersebut kebanyakan terjadi karena terbatasnya penterjemahan dan karena usaha para penafsir menjelaskan Alkitab dengan pengertian mereka sendiri. Seharusnya setiap naskah Alkitab dapat dijelaskan oleh Alkitab sendiri, setiap lambang dan sandi yang digunakan Alkitab, maknanya akan dapat dijelaskan oleh Alkitab itu sendiri. Jadi penting sekali mempelajari penyingkapan Alkitab secara menyeluruh. Alkitab walaupun memang disusun secara praktis oleh manusia, namun merupakan karya Roh Kudus sepanjang sejarah umat manusia. Kitab-kitab dalam Alkitab Firman Allah merupakan satu kesatuan yang ajaib. Kalau kita mempelajarinya dengan benar, kitab-kitab itu dari Kejadian sampai Wahyu akan saling menjelaskan satu dengan yang lainnya.

 

III.   Akhir Zaman Akan Seperti Jerat (Luk 21:34)

 

Alasan lain mengapa pengetahuan yang benar mengenai Akhir Zaman demikian penting adalah karena Akhir Zaman akan merupakan jerat bagi mereka yang tidak memahaminya. Pada akhir zaman ada banyak penyesatan dan malapetaka yang dapat menimpa mereka yang tidak waspada dan berjaga-jaga. Dengan demikian sangatlah penting untuk mempelajari apa yang coba diungkapkan Alkitab melalui nubuat para nabi. Wahyu mengenai akhir zaman diberikan untuk menuntun orang percaya agar dapat luput dari segala macam jerat dan malapetaka yang akan menimpa mereka yang menolak pengenalan akan Allah.

 

“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” (Luk 21:34-36)

 

Ayat di atas mengatakan hari Tuhan akan menimpa semua penduduk bumi, tidak peduli apa agamanya atau status sosialnya, semuanya suka atau tidak suka, percaya atau tidak percaya akan menghadapi kenyataan ini. Bagi kita yang mengerti dan mentaati pesan Firman Tuhan kita akan berbahagia (Wah 1:3), namun bagi mereka yang menolak untuk memahaminya atau mentertawakannya akan menghadapi kenyataan pahit, hari itu akan menimpa mereka seperti sebuah jebakan yang tidak mereka sangka-sangka.

 

Kitab Yesaya juga menyebutkan setiap penduduk bumi – yang tidak turut diselamatkan pada peristiwa “Pengangkatan” oleh Tuhan Yesus – mereka akan masuk pelubang dan jerat, mereka akan lari dari hal-hal yang mengejutkan dan akan jatuh pada pelubang, dan yang naik meloloskan diri akan jatuh ke dalam jerat.

 

“Hai penduduk bumi, kamu akan dikejutkan, akan masuk pelubang dan jerat! Maka yang lari karena bunyi yang mengejutkan akan jatuh ke dalam pelubang, dan yang naik dari dalam pelubang akan tertangkap dalam jerat. Sebab tingkap-tingkap di langit akan terbuka dan akan bergoncang dasar-dasar bumi.” (Yes 24:17-18)

 

Pada waktu itu manusia tidak dapat lagi berdebat atau menyanggah kebenaran Alkitab Firman Tuhan, tetapi semua kebenaran yang dinyatakan Alkitab – Firman Allah yang hidup – akan mengejutkan mereka yang tidak percaya. Mereka akan menyesali karena mengabaikan Firman Allah dan memilih mempercayai ajaran-ajaran dusta. Semua bangsa di bumi dikatakan akan meratap ketika mereka menyaksikan Yesus Kristus menampakkan diri di langit dalam kuasa dan kemuliaan yang besar (Mat 24:30), sebab tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki kebodohan mereka. Tetapi setiap orang yang mengerti pesan Tuhan dan berpegang teguh kepada perintah-perintah-Nya yang tertulis dalam Alkitab, akan menjadi orang-orang yang waspada dan tidak akan masuk kepada berbagai jerat itu. Itulah sebabnya penting sekali mengetahui pengajaran yang benar dan pesan Firman Allah mengenai zaman akhir.

 

PRIORITAS UNTUK DIPAHAMI

 

I.   Siapa Antikristus (WHO) dan Apa Modusnya (WHAT) ?

 

Berabad-abad terjadi banyak silang pendapat mengenai siapa Antikristus yang dimaksud Alkitab. Tetapi sebenarnya dengan mempelajari Alkitab secara teliti, dan melihat berbagai penggenapannya pada zaman ini, kita dapat mengenali siapa sebenarnya yang dimaksud si “binatang” itu.

 

Selain itu Gereja Tuhan akan menghadapi krisis di masa Tribulasi, oleh sebab itu kita patut mempelajari apa yang akan terjadi di masa Tribulasi itu. Sumber krisis pada masa Tribulasi adalah Antikristus, maka dengan mengetahui modus operandi Antikristus yang disingkapkan Alkitab, kita dapat mengetahui apa yang akan terjadi di masa itu, sehingga orang percaya dapat waspada dan berjaga-jaga, bahkan dapat mengantisipasi sesuai petunjuk dan wahyu dari Firman Allah.

 

II.   Kapan Semua akan Terjadi (WHEN) ? Apa Saja Tanda-Tandanya (SIGN)?

 

Salah satu kekeliruan terbesar dari orang percaya selama berabad-abad adalah mempercayai bahwa waktu Tuhan akan tetap menjadi rahasia, hanya Bapa yang tahu. Padahal Firman Allah dengan tegas berkata bahwa dalam konteks rahasia Firman-Nya, orang membawa pelita bukan untuk disembunyikan di bawah tempat tidur, melainkan untuk ditaruh di atas kaki dian. Tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, tidak satu halpun yang akan terus tinggal sebagai rahasia, semuanya akan disingkapkan pada waktunya.

 

“Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.” (Mar 4:22)

 

Kalau kita mempelajari Alkitab dengan benar, maka kita akan mengetahui bahwa Alkitab berusaha memberitahukan kepada kita rahasia waktu Tuhan, bukan hanya tanda-tandanya. Karena memang Allah selalu ingin memberitahu rahasia-Nya kepada hamba-hamba-Nya (Amo 3:7), supaya kita dapat berjaga-jaga dan siap sedia pada waktunya.

 

III.   Bagaimana Menghadapi (HOW)?

 

Kitab Wahyu dan kitab-kitab para nabi banyak memberitahukan rahasia apa yang akan terjadi di masa depan, alasannya karena ada hal yang perlu kita lakukan untuk menghadapinya. Seperti pada zaman Nuh, Tuhan memberitahukan segala sesuatu yang perlu disiapkan Nuh menghadapi krisis banjir besar yang akan melanda bumi pada zamannya. Demikian pula pada masa Yusuf berada di Mesir dan menghadapi krisis bala kelaparan 7 Tahun, Yusuf diberi hikmat untuk mengerti wahyu dari mimpi Firuan dan Yusuf dapat mempersiapkan segala antisipasi menghadapi bencana itu dengan baik, dan seluruh keluarganya bersama banyak bangsa dapat terluput dari bencana kelaparan yang menimpa seluruh Timur Tengah pada masa itu.

 

Demikian pula kita pada zaman akhir, kita wajib menangkap wahyu Tuhan untuk dapat mempersiapkan segala sesuatu menghadapi krisis di zaman ini. Bila ada pendeta yang berkata kita tidak perlu melakukan apapun menghadapi akhir zaman, dan berdalih yang penting berserah kepada Tuhan, orang ini tidak mengerti Wahyu Tuhan, dan bila ia tidak lekas bertobat ia akan menjadi hamba yang kena pukul pada waktu Tuannya nanti datang (Luk 12:47), sebab domba-domba yang dipercayakan kepadanya akan tercerai-berai ketika krisis itu menimpa mereka (Wah 13:17).    

 

Itulah hal-hal yang prioritas harus dipahami mengenai akhir zaman. Dalam hal ini pengetahuan ini bukan hanya akan membuka wawasan kita tentang sesuatu yang akan terjadi di masa depan yang masih jauh. Jangan terkejut kalau tidak lama lagi, Saudara akan melihat semua yang Alkitab nubuatkan terjadi. Maka semua ini menjadi lebih penting lagi buat kita, yang hidup pada zaman yang dituju nubuat-nubuat itu. Berjaga-jagalah, sebab inilah waktu-waktu yang terakhir itu.

 

 


Tinggalkan komentar

Filed under Bible Secrets, True Church

ALARM ILAHI KEMBALI MENGGEMA DI INDONESIA

Dalam bulan Oktober 2010 ini telah terjadi tiga bencana besar di tanah air. Berapa hari ini para pemakai internet menyerukan gerakan “Pray for Indonesia” dan hari ini halaman pertama harian Kompas menunjukkan “Indonesia Bersedih”. Alarm ilahi kembali menggema di Indonesia, untuk membuat kita kembali menyadari bahwa tidak banyak yang bisa kita lakukan jika alam telah berbicara.

Pada awal bulan (5/10) telah terjadi bencana banjir bandang di kota Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat. yang menelan korban jiwa mencapai 149 orang dan ratusan lain luka-luka serta ribuan orang harus mengungsi karena kota mereka diterjang air bah yang datang tiba-tiba. Baca selengkapnya….

 

Kemudian Hari Senen kemarin (25/10) terjadi lagi bencana yang lebih besar di Kepulauan Mentawai. Gempa 7,2 SR yang diikuti tsunami melanda Kabupaten Kepulauan Mentawai dan sejumlah wilayah lainnya di Sumbar, pada Senen malam, menyeret 400 rumah penduduk dan merusak ratusan rumah lainnya. Kantor berita ANTARA melaporkan Kamis (28/10) pagi, bahwa bau mayat masih menyengat di daerah yang terkena tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, karena masih banyak jasad korban tewas belum dievakuasi. Laporan itu menyebutkan, tim SAR dan relawan terus berdatangan dari Padang dan diharapkan upaya pencarian dan evakuasi korban tewas bisa lebih cepat.

Jumlah korban tewas akibat bencana ini sampai dengan Kamis (28/10) sore menurut Liputan6.com telah mencapai 347 orang, belum termasuk 332 orang yang dilaporkan hilang.

 

Hari Selasanya (26/10) Gunung Merapi akhirnya erupsi dan memuntahkan awan panas yang juga menelan korban jiwa dan luka-luka membuat ribuan orang harus mengungsi meninggalkan rumah dan desa mereka. Sampai Kamis sore gunung Merapi masih terus memuntahkan awan panas dan statusnya masih dalam kondisi awas. Pemerintah belum mengeluarkan laporan resmi jumlah korban meninggal dan luka-luka, namun dari dua rumah sakit di Yogyakarta saja telah dilaporkan tercatat 33 orang meninggal dunia.

Dan hari Kamis ini (28/10) Ketua Pos Pengamatan Gunung Api, Galunggung, Heri Supartono, di Tasikmalaya, Jawa Barat melaporkan bahwa Gunung Galunggung yang terdapat di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat ini, mengalami peningkatan pada Oktober dibanding September lalu. “Bulan September tercatat empat kali gempa, sedangkan memasuki akhir Oktober 2010 menunjukan peningkatan dan sudah tercatat 34 kali gempa vulkanik,” katanya seperti dilaporkan Liputan6.com.

Meskipun Heri Supartono mengatakan kondisi ini belum membahayakan namun dirinya cemas dengan kondisi lingkungan dan kesiapan penanganan bencana yang tidak jelas, seperti tidak adanya jalur evakuasi dan kawasan pengungsian bila sewaktu-waktu terjadi bencana.

Gunung ini terakhir erupsi Tahun 1982, dan menyemburkan lahar dingin dan abu vulkanik yang menimbun desa-desa di sekitarnya. Abu vulkanik Galunggung pada letusan 1982 telah membahayakan penerbangan internasional selama berbulan-bulan.

Indonesia memang sedang bersedih, tetapi lebih tepatnya Indonesia sedang diberi tanda. Terus berdoa bagi bangsa dan negeri ini, agar keselamatan datang bagi seluruh penduduknya dan negerinya boleh berlimpah rahmat dan berkat Tuhan.

Sementara bagi kita orang percaya, kita memiliki Alkitab Firman Allah yang telah memperingatkan kita, seharusnyalah kita segera menyadari. Tanda-tanda ini telah beberapa kali terulang di negeri ini. Waspadalah dan jagalah diri kita, supaya hati kita jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi, supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas kita seperti suatu jerat (Luk 21:34). Waspadalah!

Info bagi yang tergerak mengirim dana bantuan:

- PESAT MINISTRY (PELAYANAN DESA TERPADU)
Bank BCA  AC# 0130-4545-77 atas nama PESAT
sebutkan untuk… (Mentawai/Wasior/Merapi)
hub 021- 4584 4284 atau sms center 0811872945
http://www.pesat.org/bantuan_kemanusiaan.html

- YAYASAN DANA KEMANUSIAAN KOMPAS
BCA Cab Gajah Mada Jakarta A/C 0123 021 433

Note:
HoRev tidak ikut memonitor penggalangan dana
dan penyalurannya, silakan hubungi langsung
kepada yayasan yang bersangkutan.

Tinggalkan komentar

Filed under Prophecies

THE MILLENIUM KINGDOM

MISTERI KERAJAAN ALLAH

Berita tentang datangnya Kerajaan Allah adalah inti dan tujuan dari Injil. Sejak awal penciptaan, Allah berkehendak agar manusia berkuasa atas bumi. Di Kejadian 1:28, Adam diberi kepercayaan untuk mengelola bumi dengan otoritas Allah. Inilah konsep Kerajaan Allah di bumi dari sejak semula. Itulah rencana Allah untuk manusia, yaitu mengelola dan menaklukkan bumi.

Apakah seiring dengan jatuhnya manusia dalam dosa tujuan ini bergeser? Walaupun manusia telah gagal oleh kejatuhan Adam, Allah tidak pernah merubah rencana-Nya. Alkitab mencatat dalam Roma 5:17 bahwa, “jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.”

Penebusan Kristus adalah penebusan terhadap seluruh kutuk manusia, termasuk kegagalan terhadap ‘destiny’ dan hilangnya kemuliaan Allah yaitu otoritas pemerintahan Allah. Ayat diatas mengatakan, oleh penebusan Yesus, kita bukan saja akan hidup tetapi juga berkuasa. Jadi jelas bahwa rencana Kerajaan Allah berlanjut terus dan masih merupakan tujuan Allah bagi manusia di bumi. Dan ‘destiny’ itu akan digenapi oleh Tuhan Yesus Kristus yang akhirnya akan bertahta dalam Kerajaan-Nya kelak di masa Milenium. Itulah sebabnya Tuhan Yesus memulai amanat agung dengan mendeklarasikan otoritas, “Kepada-Ku  telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” (Mat 28:18)

Berita tentang kedatangan Kerajaan Allah tetap menjadi berita utama pada masa Yesus memberitakan Injil. Adalah suatu kenyataan bahwa hal ini merupakan topik utama dari semua ajaran yang telah diungkapkan oleh Yesus pada kedatangan yang pertama. Dari keempat Injil dapat dilihat, betapa topik Kerajaan Allah selalu muncul dan menjadi background dari semua ajaran Yesus.

Dari awal, Yohanes Pembaptis yang ditugaskan memberitakan kedatangan-Nya, berseru-seru: “Bertobatlah! Kerajaan Allah sudah dekat”. Yesus sendiri ketika mengajar Nikodemus berkata: “Jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah”. Matius 4:23 mencatat: “Ia mengajar di rumah-rumah ibadah dan memberitakan Kerajaan Allah”. Kepada banyak orang Yesus juga berkata: “Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus” (Luk 4:43).

Dan memang banyak pengajaran penting yang Tuhan Yesus sampaikan selalu terkait erat dan menyangkut Kerajaan-Nya. Kotbah di bukit yang terkenal, diawali dengan: “Berbahagialah kamu yang miskin karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah”. Lalu dalam berbagai perumpamaan Tuhan Yesus mengajar tentang Kerajaan Allah. Bahkan Tuhan Yesus mengajarkan agar tiap kali kita berdoa agar Kerajaan Allah datang ke dalam hidup kita.

Thema Kerajaan ini begitu penting bagi Yesus untuk diajarkan kepada murid-murid-Nya. Sampai-sampai, setelah kebangkitanpun Kisah Rasul 1:3 mencatat: “Selama empat puluh hari, Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah”.

YESUS ATAU WAKILNYA

Apa sebenarnya yang Yesus maksud dengan kedatangan Kerajaan Allah? Inti dari berita tentang Kerajaan Allah adalah bahwa akan datang suatu Kerajaan Tuhan yang akan memerintah bangsa-bangsa dengan adil di bumi (Maz 67:5) dan Hukum-hukum Allah akan menjadi terang bagi segala bangsa (Yes 51:4) Pada masa itu umat Tuhan akan dibebaskan dan hidup tentram (Yer 23:6) serta damai akan memerintah di seluruh bumi (Mik 4:3).

Jangan salah mengerti Kerajaan Allah yang diberitakan disini bukan konsep ‘christendom’ yang dianut para pemimpin gereja Roma. Kerajaan Allah yang dijanjikan Tuhan Yesus bukanlah kerajaan kristen yang diperintah oleh para Paus. Yesus sendiri yang akan memerintah sebagai Raja dalam Kerajaan Allah di bumi. Rasul Paulus menegaskan “…hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya, pada waktu-Nya Ia akan muncul, siapa yang terberkati dan Penguasa satu-satunya, Raja di atas segala raja, Tuan diatas segala tuan.” (1Tim 6:15 KJV)

Selama berabad-abad konsep ‘christendom’ atau konsep Kerajaan Kristen diajarkan kepada umat. Para Paus, pemimpin Gereja Roma mengklaim sebagai wakil Yesus dan penerima otoritas untuk memerintah umat manusia. Sejarah telah mencatat bahwa selama Gereja Roma berkuasa berbagai peristiwa penganiayaan tragis kepada orang-orang kudus justru semakin subur. Di Eropa ketimpangan dan ketidakadilan menimbulkan revolusi yang berbalik menyerang para imam dan gereja. Pemerintahan oleh manusia atas nama Allah hanya menampilkan kekuasaan yang absolut tetapi timpang, cenderung korup dan hanya akan menyengsarakan umat manusia.

Di awal abad ke-19 muncul ajaran yang senada di kalangan kaum protestan, yaitu ajaran Post-Milenialisme. Walaupun ajaran ini merupakan bentuk baru, namun paham ini kurang lebih memiliki pengajaran yang secara tidak langsung sama mengingkari akan kedatangan Yesus sendiri untuk memerintah di dalam Kerajaan Milenium. Paham yang juga disebut Rekonstruksionisme ini mengajarkan bahwa, orang Kristen akan mentransformasi seluruh dunia ini menjadi Kristen seluruhnya dan Tuhan Yesus baru datang setelah semua keadaan menjadi baik. Ajaran ini walaupun kelihatannya lurus tetapi sangat menyesatkan. Alkitab tidak pernah menubuatkan bahwa dunia ini akan semakin baik. Justru Rasul Paulus berkata bahwa keadaan manusia pada hari-hari akhir akan semakin egois, tidak peduli agama, garang, tidak berdamai dan tidak suka yang baik serta penuh hawa nafsu (2Tim 3:1-4).

Paham dari kelompok yang disebut penganut aliran Transformatif atau Rekonstruktionisme ini mirip dengan ajaran dari aliran Revivalis. Keduanya sama mempercayai bahwa dunia akan berubah menjadi ‘kristiani’ oleh usaha orang percaya. Bedanya kaum Rekonstruktionisme mempercayai umat Kristen akan mentransformasi lingkungannya lewat pengaruh mereka dalam kehidupan sehari-hari secara gradual, yang pada akhirnya mengubah seluruh dunia mengalami ‘atmosfir Kerajaan Allah’. Sedangkan kaum Revivalis mempercayai perubahan terjadi akibat kebangunan rohani yang merata ke seluruh dunia.

Walaupun sangat indah kedengarannya, bukan seperti itu yang Alkitab nubuatkan akan terjadi. Alkitab menubuatkan bahwa kita orang Kristen justru akan mengalami penyesatan dan aniaya pada hari-hari akhir.

“Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku, dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” (Mat 24:9-13).

Hati-hati dengan kedua paham di atas yang dapat menjerumuskan umat. Kedua ajaran ini menggambarkan keadaan yang sangat bertolak belakang dengan apa yang Alkitab singkapkan. Alkitab juga menyingkapkan bahwa modus operandi Antikristus pada akhir zaman adalah penyesatan lewat berbagai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat. Jangan sampai apa yang diperbuat oleh si pendurhaka nantinya dianggap sebagai tanda dari kebangunan rohani yang dipercayai akan segera terjadi.

Perlu diketahui suatu rahasia: siapakah yang disebut ANTIKRISTUS?

ANTIKRISTUS bukan orang-orang dunia yang tidak mau percaya Yesus… Tetapi setiap orang yang mengaku saudara (entah itu Pendeta, Pastor bahkan Paus sekalipun) tetapi TIDAK PERCAYA BAHWA YESUS ADALAH KRISTUS*, artinya TIDAK PERCAYA BAHWA YESUS AKAN BENAR-BENAR MEMERINTAH DI BUMI (SECARA HARAFIAH) SEBAGAI RAJA SEGALA RAJA sesuai janji Bapa, yang tertulis dalam kitab Para Nabi, merekalah yang disebut para Antikristus.
(*KRISTUS atau MESIAS artinya RAJA/YANG DIURAPI).

“Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa
Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang
menyangkal baik Bapa maupun Anak.” (1Yoh 2:22)

Mengapa di 1Yoh 2:22 dikatakan mereka juga “menyangkal Bapa”? Karena jika mereka tidak percaya bahwa YESUS AKAN KEMBALI KE BUMI dan SECARA HARAFIAH BENAR2 AKAN MEMERINTAH SEBAGAI RAJA DI BUMI, berarti mereka MENYANGKAL JUGA FIRMAN BAPA yang tertulis dalam Kitab Nabi2 yang menyatakan bahwa: KETURUNAN DAUD TIDAK AKAN TERPUTUS MEMERINTAH SEBAGAI RAJA ISRAEL (Yer 33:17) dan YERUSALEM AKAN DISEBUT TAHTA TUHAN, SEGALA BANGSA AKAN SUJUD KE SANA (Yer 3:17). Jadi mereka menyangkal baik Bapa juga Anak, yaitu yang akan datang untuk menggenapi janji Bapa itu.

Mereka yang mengajar bahwa gereja yang akan memerintah bukan Tuhan Yesus, jelas-jelas menentang Firman Allah. Alkitab mengatakan bahwa Tuhan Yesus sendiri akan memerintah dunia, seperti dikatakan di dalam Wahyu 11:15,

“Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: “Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.”

Para pemimpin dan jemaat mesti benar-benar waspada dan tidak sembarang mengikuti teori manusia. Sering bila ada pengajaran yang dikatakan sebagai ilham roh atau dari mimpi dan penglihatan akan langsung dipercaya tanpa diperiksa lagi kebenarannya dengan Alkitab Firman Allah, dan pada gilirannya dapat menyesatkan jemaat Tuhan.

MENANTI SANG MESIAS

Seluruh nubuat mengenai akhir zaman bermuara pada suatu peristiwa, yaitu Kedatangan Kristus Yesus kedua kali untuk memerintah di bumi, yakni pada masa Milenium atau Kerajaan Seribu Tahun (Wah 20:4). Peristiwa inilah yang menjadi pengharapan umat Tuhan, dimana kelak keadilan akan memerintah di bumi. Peristiwa ini pula yang dinanti-nantikan oleh bangsa Israel selama berabad-abad, yaitu kedatangan Mesias untuk memulihkan negeri mereka.

Iman akan datangnya suatu Kerajaan yang akan diperintah oleh seorang yang diurapi, bukan hanya milik orang Kristen. Konsep kedatangan Mesias atau Yang Diurapi atau Al-Masih dipercayai oleh hampir semua agama Abrahamik, terutama mereka kaum tradisional yang cenderung masih murni pengajarannya.

Mempercayai akan datangnya Kerajaan Mesias di bumi secara literal merupakan bagian yang penting dari kehidupan orang Israel. Dalam sejarah, hidup orang Israel layaknya kehidupan pengembara, keadaan ini dapat kita ingat mulai dari masa keturunan Yakub 400 tahun berada di Mesir, kemudian mengembara di padang gurun selama beberapa puluh tahun, kemudian bangsa ini harus diangkut dalam pembuangan ke Asyur dan Babilonia. Bahkan selama abad-abad modern suku-suku keturunan Yakub tercerai-berai ke seluruh penjuru bumi.

Sejak awal abad 20 mereka menyadari bahwa mereka mulai dikumpulkan kembali. Di akhir zaman ini mereka kembali mengalami eksodus besar-besaran dari berbagai negara, berbondong-bondong orang-orang Yahudi kembali ke tanah air mereka. Ada apa? Mereka mempersiapkan diri, bukan untuk negara yang mereka bentuk sejak 1948 itu. Bagi Israel yang benar-benar rohani, mereka kembali untuk menyambut kedatangan Mesias yang akan menghantar mereka kepada masa perhentian, yaitu masa Pemerintahan Sang Mesias atas Yerusalem.

Marilah kita yang menantikan Dia, menantikannya dengan tekun (Rom 8:25) dan berusaha agar kita tak bercacat cela dan didapati sempurna pada waktu Kedatangan-Nya (1Tes 3:13).

Tinggalkan komentar

Filed under AntiKristus, True Church

Nubuat “Tidak Ada Damai” Bagi Yerusalem

Telah lama dunia mengusahakan perdamaian di kawasan Timur Tengah, yaitu berkaitan dengan konflik antara Israel dan negara-negara Arab disekitarnya. Walaupun secara de facto peperangan Israel dengan negara-negara tetangganya telah berhenti, permusuhan belum sungguh-sungguh berakhir. Dan kawasan itu tetap labil karena masalah Palestina yang mengklaim merdeka dan menginginkan kota tua Yerusalem menjadi milik mereka.

Banyak utusan perdamaian dari PBB, maupun dari negara-negara perantara seperti Amerika Serikat dan negara-negara lain, serta puluhan organisasi NGO telah turut andil namun belum dapat menyodorkan suatu konsep perdamaian yang dapat diterima pihak-pihak yang bertikai. Sampai hari ini kawasan itu masih merupakan wilayah yang terus bergejolak dari waktu ke waktu.

Usaha perdamaian bukan saja diusahakan oleh pihak luar tetapi juga oleh pihak-pihak yang bertikai. Dari Israel dan dunia Arab ada sederetan tokoh yang telah berusaha membuat jembatan antara Israel dan Palestina. Tokoh-tokoh seperti Menachem Begin(israel), Anwar Sadat(Mesir), Yasser Arafat(Palestine), Shimon Peres(Israel), dan Yitzhak Rabin(Israel), adalah sederet nama yang jasanya dalam mengupayakan perdamaian telah mendapatkan pengakuan dunia dan telah dianugerahi penghargaan Nobel Perdamaian. Namun hingga kini masalah Yerusalem dan konflik Israel dan Palestina tidak kunjung selesai, malah belakangan cenderung semakin memanas.

Bagaimana akhir dari kisah panjang: pertikaian memperebutkan Yerusalem ini menurut terang Alkitab? Akankah perdamaian tercapai di kawasan itu?

Alkitab menubuatkan bahwa tidak ada damai untuk Yerusalem sebelum Raja Damai yang sesungguhnya datang kembali yaitu Tuhan Yesus Kristus. “…nabi-nabi Israel.. bernubuat tentang Yerusalem dan melihat baginya suatu penglihatan mengenai damai sejahtera, padahal sama sekali tidak ada damai sejahtera, demikianlah firman Tuhan ALLAH.” (Yeh 13:16)

Alkitab juga menyatakan dalam Daniel 9:26 bagian akhir bahwa, akan ada peperangan dan pemusnahan sampai akhir zaman seperti yang telah ditetapkan. Ini artinya tidak akan ada perdamaian sampai kelak Tuhan Yesus datang pada masa pemusnahan (Murka Allah). Jadi siapapun dan dengan cara apapun yang mengusahakan perdamaian dalam soal Yerusalem akan menemui jalan buntu.

Apa yang Alkitab nubuatkan bukanlah sesuatu yang diidamkan oleh siapapun, namun itulah yang akan terjadi terhadap Yerusalem. Nubuat ini merupakan bagian dari nubuat Tujuh Puluh Minggu Daniel (Dan 9:24-27) yang mengatakan Yerusalem tidak akan benar-benar pulih sebelum masa yang dinubuatkan selesai. Dan hal ini benar-benar digenapi sejarah, bahwa sekalipun Israel telah merdeka puluhan tahun namun Yerusalem masih belum seluruhnya terbebas dan masih menjadi ‘rebutan’ di antara bangsa-bangsa.

Dalam nats lain masih di kitab dan pasal yang sama, dinubuatkan bahwa Yerusalem akan tetap menjadi timbunan puing sampai genap ‘masa hukuman’ selesai. Hal inipun menjadi kenyataan, sampai hari ini, meskipun secara finansial Israel telah dapat membangun kota Tel-Aviv begitu megah laksana kota-kota besar di Amerika, namun Yerusalem tetap  merupakan timbunan puing(khususnya di bagian kota tuanya). Itulah Alkitab, Firman Allah Yang Hidup, apa yang dinubuatkannya pasti akan terjadi.

Dalam kaitan usaha perdamaian Yerusalem, Alkitab juga menubuatkan sesuatu yang penting, yaitu munculnya seorang raja yang juga akan menjadi juru damai Yerusalem. Daniel 9:27 berkata ada seorang raja akan membuat perjanjian 7 tahun yang memberatkan banyak orang. Raja inilah yang pada akhirnya akan memaksa orang-orang Yahudi menghentikan ibadah korban harian di Yerusalem. Dalam eskatologi raja ini kemudian dikenali sebagai sang Antikris itu.

Dengan demikian kita nanti dapat mengenali siapa si manusia durhaka yang dimaksud Alkitab sebenarnya? Siapa yang nanti akan muncul dan menggenapi nubuat Daniel 9:27 ini, itulah dia si manusia durhaka yang akan menyeret dunia ke Armagedon.

Sementara itu dari clue Daniel 2 dan Daniel 7, Antikris itu akan muncul dari Eropa. Maka tidak mengherankan peran Eropa sebagai Juru Damai Timur Tengah akan terus naik. Sebaliknya peran Amerika pelan-pelan akan mulai memudar. Beberapa saat ini, berita di televisi dan koran-koran menyatakan bahwa AS yang selama ini merupakan ‘sahabat baik’ mulai tidak diacuhkan oleh Israel. Wapres Amerika Joe Biden benar-benar dipermalukan pada saat berkunjung ke Israel pekan lalu. Dari soal diumumkannya pembangunan perumahan di wilayah sengketa, hadiah kaca retak sampai aksi pemadaman lampu, membuat Menlu Amerika Hillary Clinton naik pitam dan Presiden Barack Obama menyatakan bahwa dirinya merasa ditikam.

Harian Kompas hari ini (17 Maret 2010) menyatakan “AS ‘Marah’ kepada Israel”. Amerika Serikat menyatakan kemarahannya dengan cara menunda kunjungan utusan khusus Amerika George Mitchel, sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Sebaliknya PM Israel Netanyahu juga menyatakan pembangunan perumahan di Yerusalem Timur akan terus berlanjut dan dirinya akan menunda rencana kunjungan ke Gedung Putih. Duta Besar Israel untuk AS, Michael Oren menyatakan bahwa saat ini hubungan antara Israel-AS mengalami kondisi paling buruk dalam 35 tahun terakhir.

Gejala apa semua ini? Dari terang Alkitab kita dapat mengerti bahwa, kondisi di Timur tengah akan memanas, situasi yang serius akan segera terjadi, puncaknya kelak Bait Suci Ketiga akan ‘dipaksakan’ dibangun di lokasi yang sangat sensitif. Akan terjadi pertikaian tetapi belum menyebabkan perang, seperti dinubuatkan Mat 24:6 (deru perang dan kabar-kabar peperangan). Karena pada saat itu seorang ‘juru runding’ akan segera tampil dan membuat perjanjian yang membuat Yerusalem Timur (kota tua) berada di bawah otoritasnya selama 7 tahun (Dan 9:27). Namun di tengah jalan perjanjian ini akan gagal, dan pada pertengahan 7 tahun itu akan terjadi peristiwa tragis yang menelan banyak korban jiwa. Lalu dunia akan diseretnya kepada perang besar Armagedon.

Satu lagi nubuat Alkitab sedang digenapi. Barang siapa bijak, hendaklah ia berjaga-jaga dan menyelidiki apa yang bakal menimpa dunia tidak lama lagi.

Tinggalkan komentar

Filed under Prophecies

Kontroversi Rapture

Saat ini banyak macam paham mengenai Pengangkatan atau Rapture. Dari mulai yang menganggap pengangkatan itu tidak ada, sampai yang menganggap pengangkatan terjadi bahkan sebelum Antichrist muncul.

Memang mengenaskan keadaan umat Tuhan di akhir zaman apabila tidak memahami kitab Wahyu. Tetapi lebih mengenaskan lagi melihat mereka yang memahaminya secara keliru, lalu berhenti belajar, berhenti menyelidiki. Sangat mengenaskan melihat mereka yang ‘mematok mati’ pengetahuan akhir zaman, jauh-jauh hari sebelum pengetahuan itu sempurna disingkapkan.

Di kalangan Protestan sendiri banyak yang mengajarkan bahwa Pengangkatan akan dilaksanakan sebelum Antikris muncul. Tentu saja ajaran yang disebut Pre-Trib ini sangat populer. Ajaran ini paling menyenangkan untuk didengar, namun tanpa disadari ajaran ini paling membahayakan jemaat. Pendeta mereka berkata: “Tidak usah pusing akhir zaman, kita tidak akan alami semua itu.”

Betapa menyedihkan! mereka secara tidak sadar, tidak mempersiapkan jemaat menghadapi krisis serius yang harus dihadapi. Mereka mengabaikan kotbah Tuhan Yesus di Bukit Zaitun di Matius pasal 24. Mengapa Alkitab mencatat peringatan berulang-ulang tentang peristiwa akhir zaman? Ada yang berdalih: itu untuk orang-orang yang akan tertinggal. Coba perhatikan baik-baik: Matius 24:21-22 “Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat (great tribulation – KJV)… tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.”

Mana yang benar: mereka, yang berkata orang-orang pilihan sudah diangkat sebelum Tribulasi, atau Tuhan Yesus, yang berkata, demi orang-orang pilihan masa kesukaran itu dipersingkat? Disini telah ditulis sangat jelas, bahwa orang-orang pilihan mengalami tribulasi. Hati-hati banyak orang mengajar tanpa benar-benar mempelajari Alkitab Firman Allah.

Kalau orang percaya tidak harus mengalami Tribulasi, mengapa ada nubuat-nubuat akhir zaman yang intinya menyingkapkan keadaan Masa Kesukaran atau Tribulasi? Hampir seluruh bagian Perjanjian Baru  memperingatkan kita tentang masa penyesatan menjelang kedatangan Kerajaaan Allah di akhir zaman. Alkitab berulang-ulang memperingatan kita segala petunjuk, bagaimana mengetahui tanda-tanda jaman, munculnya Antikris dan perintah untuk waspada terhadap penyesatan. Mengapa ini semua diabaikan? Mengapa kita harus mempelajari semua itu, kalau kita tidak akan mengalami masa Antikris?

Rasul Paulus yang banyak menerima penyingkapan tentang akhir zaman, menegaskan tentang penyesatan dari paham Pre-Trib ini di dalam 2 Tes 2,

“Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya (gathering=pengangkatan) kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba. Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.”

Hati-hati mengajar jemaat dengan mengatakan mereka akan diangkat sebelum mengalami masa sukar. Pengajaran ini merupakan yang paling berbahaya diantara berbagai paham Pre-Mill yang lain. Jemaat seperti dinina-bobokan atau dibuat tidak siap padahal paham manapun yang dianut, ujian iman akan tetap mereka alami. Perhatikan nubuat-nubuat telah diberitakan oleh para nabi dan rasul-rasul dalam Alkitab. Tujuannya satu, mempersiapkan jemaat menghadapi krisis di akhir zaman.

Waktu saya remaja saya pernah bertanya kepada seorang hamba Tuhan senior yang bijaksana. Apa yang diajarkan kepada jemaatnya tentang pengangkatan. Beliau menjawab, dalam sinodenya, ada 2 paham yang dianut. Tetapi beliau mengajarkan kepada jemaatnya harus siap kemungkinan terburuk: yaitu masuk ke masa pengujian.

Menurutnya, ketika beliau mempersiapkan jemaat menjadi kuat menghadapi segala macam tantangan, termasuk masa kesukaran akhir zaman, tidak ada ruginya. Sekalipun ternyata kemudian mereka diangkat lebih dahulu, tidak ada persoalan dengan itu. Tetapi bila sebaliknya yang beliau ajarkan, dan ternyata jemaat harus masuk ke masa ujian akhir itu, jemaatnya akan berguguran tidak berdaya menghadapi masa kesukaran yang telah dinubuatkan berabad-abad itu.

Alkitab begitu detail mempersiapkan gereja-Nya untuk menghadapi masa itu. Jangan menutup mata jemaat dari mengetahui penyingkapan Firman Allah. mari dengan teliti kita ajar jemaat mempelajari Firman Tuhan. Jangan pusing dengan patokan organisasi dan denominasi. Ini akhir zaman, jangan lagi pusing dengan soal gengsi kelompok dan wibawa organisasi, semua itu tidak lama lagi akan lenyap. Cari kebenaran sejati, pelajari pengajaran hamba-hamba Tuhan dan periksa sendiri dengan Alkitab kita. Semua demi keselamatan kita dan jemaat Tuhan secara luas.

Tinggalkan komentar

Filed under Bible Secrets, True Church

Krisis di Akhir Zaman

Banyak orang takut dan bingung ketika dikatakan ternyata kita akan masuk Masa Kesukaran(Tribulation) atau masuk ke zaman Antikristus. Penyebabnya adalah jemaat kurang diajar untuk bisa mempelajari Alkitab Firman Allah. Ditambah dengan mereka yang sering mengajar sepotong-sepotong dan tidak benar-benar ’mencintai’ Firman Allah, maka tidak heran bila banyak anggota jemaat merasa takut dan cemas bila mendengar kata Great Tribuation.

Orang Kristen banyak yang memahami Masa Tribulasi dengan pemahaman yang berbeda dengan apa yang Alkitab coba jelaskan. Di satu sisi Tribulasi digambarkan terlalu berlebihan dengan melukiskan seolah-olah Antikristus akan menganiaya secara phisik semua orang Kristen di dunia. Di sisi lain muncul ajaran yang mengatakan orang Kristen yang hidup benar akan diangkat lebih dahulu dan tidak akan mengalami masa Tribulasi. Sementara itu krisis yang sesungguhnya yang Alkitab coba singkapkan lepas dari perhatian orang-orang percaya.

Sebenarnya Alkitab dengan jelas menerangkan, bahwa aniaya fisik akan terjadi, tetapi hanya kepada orang-orang di Yudea – Israel, (Mat 10:23, 24:16). Kita gereja Tuhan akan aman dari ular itu(Antikris) tetapi akan mengalami ‘padang gurun’ (Wah 12:17). Padang gurun inilah, krisis sesungguhnya yang harus kita hadapi.

Pada zaman akhir, orang-orang kudus akan menghadapi situasi padang gurun. Wahyu 12 ayat 14 berkata: “Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara, jauh dari tempat ular itu, selama satu masa dan dua masa dan setengah masa”.

Ada beberapa penafsir, yang menganggap ayat ini sebagai ayat pengangkatan gereja Tuhan. Mereka mengacu kepada kata “sayap”. Tetapi ternyata ayat ini menyebutkan, tujuan dari kedua sayap ini, untuk membawa “mempelai wanita”, yaitu Gereja ke padang gurun, bukan ke langit atau ke awan-awan. Jadi jelas ini bukan ayat pengangkatan atau “rapture”.

Kemudian ada juga yang menafsirkan, padang gurun secara literal. Bahwa seluruh orang percaya, akan dikumpulkan menjadi satu di suatu padang gurun, atau tempat yang disembunyikan. Pengajaran inipun kurang teliti.

Kitab Wahyu sendiri menjelaskan “padang gurun” ini dalam pasal 13 ayat 17. Yaitu keadaan “tidak dapat membeli atau menjual” bagi orang-orang yang tidak memiliki tanda Antikris. Gereja Tuhan pada akhir zaman diajarkan, untuk tidak menerima tanda Antikris pada tangan atau dahi mereka. Akibatnya komunitas orang percaya ini, akan mengalami situasi terputus dari pasar. Terputus dari arus “supply” dan “demand”. Itulah situasi padang gurun, yang dimaksud kitab Wahyu.

Pernahkah Saudara memikirkan dengan serius, keadaan orang-orang , yang tidak dapat membeli atau menjual sesuatu? Banyak orang tidak memikirkan keadaan itu, karena tidak pernah menyangka akan mengalami hari-hari itu. Banyak orang percaya, menganggap ringan keadaan itu. Tetapi sesungguhnya itu suatu situasi yang sangat serius. Pada masa itu banyak orang yang akan menggadaikan imannya, hanya karena makanan dan kebutuhan sehari-hari.

Bayangkan apabila untuk membeli makanan untuk anak-anak, Saudara harus menerima tanda Antikris. Tanpa menerima tanda itu, Saudara akan melihat, anak-anak meratap lemas kelaparan. Untuk diri sendiri mungkin kita sanggup bertahan, bahkan mungkin sampai mati. Tetapi melihat orang-orang yang kita sayangi, dan harus kita lindungi menderita, kita akan menghadapi pilihan paling getir.

Keadaan tidak dapat membeli sesuatu adalah situasi yang serius. Itulah situasi “padang gurun” yang akan dihadapi gereja Tuhan.

Kedua Sayap Burung Nasar yang Besar

Jadi bagaimana orang-orang percaya dapat tetap hidup dan dipelihara seperti dikatakan Wah 12:14? Jawabannya adalah “kedua sayap burung nasar yang besar”. Yaitu kasih sayang Tuhan melalui penyingkapan-penyingkapan (revelations) yang terkandung dalam kedua kitab Perjanjian. Tuhan “mengijinkan kita untuk mengetahui apa yang bakal terjadi”, itulah “revelation”. Agar kita dapat mempersiapkan segala sesuatu menghadapi masa depan. Bahkan Tuhan membekali kita dengan kelimpahan dan memberi petunjuk-petunjuk yang sangat rinci untuk masa-masa itu.

Sayap secara rohani memiliki paling sedikit 3 arti. Yang pertama adalah kemampuan untuk melarikan diri (Maz 55:7-9, Yer 48:9), kedua perlindungan (Maz 57:2, 61:5) dan ketiga pengetahuan rahasia (“…which hath wings shall tell the matter” Eccl 10:20b KJV). Ketiganya memberi kepada kita pengertian yang relevan bahwa gereja Tuhan akan menerima penyingkapan bagaimana bertahan hidup pada situasi padang gurun itu.

Kedua sayap burung nasar yang besar adalah “revelations”

Sayap membawa kita ke tempat lebih tinggi sehingga kita mendapat penglihatan (point of view) lebih jauh ke depan. Ketika kita berdiri di atas dataran yang tinggi atau gedung yang tinggi, kita dapat melihat jalan yang panjang sampai jauh. Begitulah penyingkapan atau revelation. Itulah kedua sayap rajawali yang besar yang diberikan kepada gereja-Nya.

Dalam kitab Kejadian pasal 41 dikisahkan tentang Yusuf yang menyingkapkan mimpi Firaun yang merupakan “revelation” akan datangnya krisis 7 tahun kelaparan yang didahului 7 tahun kelimpahan. Dari “revelation” itulah Yusuf mendapat hikmat apa yang harus dilakukan menghadapi krisis itu. Yusuf kemudian mendapat mandat mengelola negeri itu.

Apa yang dilakukan Yusuf adalah membangun lumbung-lumbung. Lalu ia menyisihkan seperlima hasil panen di masa limpah, untuk disimpan bagi kebutuhan di masa kelaparan. Dan ketika masa kelaparan tiba, di mesir tetap terdapat makanan. Bahkan dikatakan banyak bangsa datang ke Mesir untuk mendapatkan gandum, sebab kelaparan itu terjadi di seluruh bumi (ayat 57).

Bagaimana dengan nasib orang-orang kudus di akhir zaman? Ada yang mengatakan: Tuhan akan pelihara kita, seolah-olah kita tidak usah melakukan sesuatu apapun. Ini adalah kesesatan mendasar.

Firman Tuhan tidak pernah mendidik kita hanya berdiam tanpa mengerjakan bagian kita. Bahkan Rasul Paulus dalam kitab Tesalonika, kitab yang penuh dengan pengajaran tentang akhir zaman, berkata dengan keras: “Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.” Dan bukankah Daniel 11:32 berkata: “…umat yang mengenal Allahnya, akan tetap kuat dan bertindak.” Bertindak apa? Mempersiapkan lumbung-lumbung untuk masa padang gurun.

Setiap nubuat atau wahyu turun kepada generasi yang akan menghadapi krisis. Kepada generasi Nuh yang menghadapi krisis “Banjir Besar”, ada wahyu. Maka Nuh mempersiapkan bahtera raksasa, dan mereka selamat.

Kepada generasi Lot dan Sodom Gomora yang akan menghadapi krisis “Api dan Belerang” ada malaikat yang memberitahukan wahyu Tuhan kepada Lot. Maka Lot keluar dari Sodom dan Lot selamat.

Kepada generasi Yusuf di Mesir yang menghadapi krisis “Kelaparan Besar”, ada wahyu yang disingkapkan melalui Yusuf. Maka Yusuf mempersiapkan lumbung-lumbungnya, dan merekapun selamat.

Kepada jemaat akhir zaman, di zaman Saudara dan saya, yang akan menghadapi krisis “Padang Gurun”, telah diberikan kitab Wahyu dan seluruh kitab-kitab nubuatan yang menyingkapkan akan terjadinya bencana kelaparan untuk orang percaya (Mat 24:7, Mar 13:8, Luk 21:11, Wah 6:8), apakah kita akan bertindak oleh karena wahyu ini?

Ataukah kita akan berkata: Tidak perlu kita siapkan apapun, kita akan aman-aman saja. Orang yang tetap berkata demikian, apapun alasannya, sesungguhnya mengatakan bahwa kitab Wahyu dan seluruh penyingkapan-Nya tidak untuk dirinya. Ia tidak termasuk orang yang dituju oleh penyingkapan Allah.

Pemimpin-pemimpin yang juga berpendapat demikian, tidak berguna bagi jemaat akhir zaman. Orang-orang seperti ini akan “tinggal”. Seorang lain akan dibangkitkan oleh Tuhan untuk memimpin umat-Nya mempersiapkan diri. Karena pemimpin yang ceroboh akan mencelakakan orang-orang yang dipimpinnya.

Sedang Musa yang memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir saja, tidak diijinkan masuk ke tanah perjanjian karena “sedikit” kecerobohan. Pada waktu bangsa Israel tinggal menyeberangi Yordan, Musa harus “tinggal”. Dan seorang Yoshua dipilih Tuhan menggantikan dia, memimpin umat memasuki tanah perjanjian Allah.

Musa harus “tinggal” dan tidak masuk ke tanah perjanjian

“Rencana Besar” Allah, tidak dapat dihalang-halangi oleh siapapun. Jadi para pemimpin jemaat tampillah untuk mempersiapkan umat-Nya ‘exodus’ dari ‘Mesir’ yaitu dunia yang sedang lenyap ini, jika Anda tidak siap, Anda akan ditinggal dan Tuhan akan membangkitkan seorang Yoshua untuk menggantikan Anda memimpin jemaat-Nya.

Hari-hari ini orang-orang muda yang digerakkan oleh pewahyuan yang Alkitabiah akan bangkit. Yusuf-Yusuf akhir zaman harus memimpin gerakan membangun lumbung orang percaya: mempersiapkan persediaan kebutuhan makanan bagi jemaat pada waktunya.

“Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.” (Luk 12:42-43)

Tinggalkan komentar

Filed under AntiKristus, Bible Secrets, True Church